RSS

Category Archives: Puisi

Niru Wiji Thukul, Kahlil Gibran, Chairil Anwar, WS Rendra, dll

Menunggu yang Ditunggu

Payah sekali aku menggapai sukmamu
Babak belur dihantam rindu
Ditendang jarak
Meski engkau khayalan tak tersibak

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 27/01/2016 in Puisi

 

Suatu Memori

Matamu adalah altar
Tempatku berlutut dan pasrah

Sedangkan wajahmu adalah bayang awan kelabu
Tempat ku menyibak masa lalu

Hujan bukanlah perihal mengenang mantan
Tapi soal jalanan yang diguyur gerimis kenangan

 
Leave a comment

Posted by on 21/01/2016 in Puisi

 

Tahun Baru

Pagi begitu cerah
Tak ada alasan untuk menyerah

Jika tahun-tahunmu sama seperti kemarin
Lalu untuk apa kau merayakan tahun baru menggunakan terompet dan lilin?

Bersuka cita akan hari baru namun pikiran tetap memikirkan masa lalu

Pergantian hari sejatinya tak begitu berarti
Karena bumi melakukan pekerjaannya sehari-hari yaitu berotasi
Kitalah yang memberikan makna ke dalam sanubari
Entah itu resolusi ataupun mimpi-mimpi yang diingini

Namun,
Di tahun yang baru tetap berhati-hatilah,
Kadang setan memakai jubah
Dan malaikat terpaksa menggunakan tanduk terbelah

 
Leave a comment

Posted by on 03/01/2016 in Puisi

 

Sinta

Sinta,
Jalan panjang pencarian menumbuhkan kerinduan
Sebegitu bernilainya kah dirimu?
Hingga aku harus membangun jembatan diatas peluh dan penderitaan

Jika takdir pria haruslah berusaha tapi dewa yang menentukan, maka alangkah kecewa yang menghunus ulu hati jika cinta tak berkelanjutan
Pupus sebelum tersiram kasih sayang

Sinta,
Aku kebingungan, manakah yang lebih penting?
Berhasil merebutmu kembali dari Rahwana ataukah esensi perjalanan seorang ksatria yang berusaha mendapatkan cintanya kembali?

Kukumpulkan bala tentara
Kuhabisi banyak raksasa
Kulalui ribuan malam dalam kesendirian
Mengobati kerinduan dengan memandang rembulan

Sinta,
Sebegitu bernilainya kah dirimu?

Jikalau kau telah kudapatkan kembali
Apakah wajar aku menanyakan hal yang kusangsikan?
Adakah ribuan malam telah melunturkan cintamu kepadaku?
Adakah kau juga menatap rembulan?

Kini aku menuntut pembuktian cintamu kepadaku, Sinta.

 
Leave a comment

Posted by on 29/12/2015 in Puisi

 

Sekutu

Mentari pun akan redup suatu hari nanti
Namun sajak ini akan terus abadi
Sajak suci ataupun sekedar sampah hati
Mengembara di tiap dimensi

Bagi mentari, “redup tidak akan menyesal, luka tidak akan menyiuk”

Hingar bingar desing peluru menembus tembok dan tubuh
Politik basi atau basa-basi menjadi riuh
Ekonomi menyuapi jiwa yang sudah kekenyangan, namun tak sudi menyuapi anak afrika yang kelaparan
Kemakmuran, kesejahteraan, lingkungan hanya pemanis di buku pelajaran

Tubuh-tubuh sibuk mencari rejeki masing-masing
Tak sempat memikirkan korban yang terasing
Apalagi ibu sendiri yang semakin tua dan kering
Bahwasanya ada yang menyangkal itu perkara lain

Semoga mata kita sesekali dijernihkan oleh guyuran air mata syukur
Sehingga kita bisa melihat dunia dengan lebih jelas

 
Leave a comment

Posted by on 22/12/2015 in Puisi

 

Pedih Bahasa

Pagi-pagi pas lagi beol, baca di twitter ada hashtag #pedihbahasa, aku scroll-scroll lucu juga ternyata. Mengingatkan kita akan pelajaran bahasa Indonesia mengenai peribahasa.
Karena beol di pagi hari adalah masa dimana kontempelasi, inspirasi dan motivasi sering muncul, maka jadilah aku browsing macam-macam peribahasa kemudian aku plesetkan sesuai dengan konteks anak muda jaman sekarang.

1. Sedia payung sebelum hujan = sedia pulsa sebelum LDR -an.
Arti : youknow sendirilah, LDR adalah siksaan rindu bagi sepasang kekasih, dan pulsa adalah salah satu kewajiban yang harus diisi supaya bisa mempertahankan komunikasi.

2. Air beriak tanda tak dalam = mantan beriak tanda tak dalam.
Arti : mantan yang selalu menggunjing negatif kepada kita meski sudah putus tanda bahwa dia punya dendam.

3. Tua-tua keladi makin tua makin jadi = “hai-hai” keladi makin di “hai” makin jadi.
Arti : ini biasanya terjadi bagi anak-anak yang terlalu geer, sensitif dan baper, disapa “hai” sekali oleh wanita cantik sudah dikira naksir. Disapa “hai” berkali-kali sudah dikira jadian. Howalah yooo yooo

4. Biar lambat asal selamat, tak akan lari gunung dikejar = biar lambat asal selamat, tak akan lari jodoh dikejar.
Arti : sudahlah mblo, percayalah jodoh takkan lari kemana-mana. *itu kalau kamu mau berusaha sih.

5. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung = di mana foto mantan dipijak, di situ harga diri dijunjung.
Arti : tak sudi balikan

6. Guru kencing berdiri, murid kencing berlari = pacar kencing berdiri, aku pun kemudian berlari.
Arti : tertipu ternyata selama ini berpacaran dengan sesama lelaki.

7. Hasrat hati ingin memeluk gunung, apa daya tangan tak sampai = hasrat hati memeluk gebetan, apa daya uang tak sampai.
Arti : ingin mengejar gebetan tapi tak punya uang.

8. Lain lubuk lain belalang, lain kolam lain ikannya = lain mantan lain kenangan, lain pacar lain selingkuhan.
Arti : semua hubungan punya rasa yang berbeda

9. Lepas dari mulut buaya jatuh ke mulut harimau = lepas dari mulut mantan jatuh ke mulut selingkuhan.
Arti : sama-sama bahayanya.

10. Malu bertanya sesat di jalan = malu menyapa sesat di friendzone-an
Arti : westalah mblo, ditemui saja dulu sapa tau jodoh.

11. Srigala berbulu domba = gebetan berbulu mantan
Arti : mencari gebetan yang mirip dengan mantan meski membawa luka.

12. Tiada gading yang tak retak = tiada mantan yang tak retak
Arti : seindah-indahnya kenangan bersama mantan pasti punya kenangan buruk yang mengubah status dari pacar akhirnya menjadi mantan.

13. Tiada batang akarpun jadi = tiada pacar temanpun jadi
Arti : lama tak dapat-dapat pacar, temanpun disikat.

14. Air tenang menghanyutkan = pacar tenang menghanyutkan
Arti : hati-hati terhadap pacar yang tenang, mungkin saja dia punya selingkuhan. Iya toh?

15. Anjing menggongong kafilah berlalu = mantan menggonggong move on tetap berlalu
Arti : meski mantan selalu menjelek-jelekkan, kita harus tetap move on.

16. Ada udang di balik batu = ada sayang di balik modus
Arti : sesungguhnya modus itu adalah bentuk lain dari kasih sayang.

17. Pucuk dicinta ulam pun tiba = pucuk dicinta pacar pun tiba
Arti : rejekimu, mblo!

18. Mati anak berkalang bapak, mati bapak berkalang anak = mati pacar berkalang luka, mati mantan berkalang suka.
Arti : pacar yang mati akan membawa duka, tapi kalau mantan yang mati malah bersuka cita.

19. Memancing di air keruh = memancing di air modus
Arti : iseng-iseng berhadiah dengan cara modus, sapa tau jodoh.

20. Kemarau setahun dihapuskan hujan sehari = jomblo menahun dihapuskan “hai” sehari
Arti : mblo..ojo geer kalo disapa “hai”, bukan berarti dia naksir kamu.

21. Sampai titik darah penghabisan = sampai titik modus penghabisan
Arti : modus pantang menyerah…hajarrrr, mblo!!!

22. Sudah jatuh tertimpa tangga = sudah putus ditimpa tampar
Arti : perlu penjelasan? *salah sendiri, ngapain elu selingkuh, nyet!”

Sudah, segitu aja dulu…semoga peribahasa Indonesia tetap lestari dan dicintai anak-anak Indonesia, karena peribahasa Indonesia penuh sarat makna dan pelajaran moral yang telah dibuat oleh nenek moyang kita.

Ini ada beberapa meme yang aku dapat di twitter.

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

 
Leave a comment

Posted by on 10/12/2015 in Puisi

 

Anu

Aku heran,
Mereka bilang tak suka kepura-puraan dan kemunafikan
Namun ketika kusampaikan kenyataan
Mereka tersinggung tak karuan

Aku kemudian bertanya,
Apa mau kalian itu?
Eh, mereka malah membatu
Akhirnya mereka sadar, mereka sendiri tak tahu apa yang mereka mau atau takut ilusinya hancur menjadi abu

Dasar, anu!

image

 
Leave a comment

Posted by on 20/11/2015 in Puisi