RSS

Category Archives: Puisi

Niru Wiji Thukul, Kahlil Gibran, Chairil Anwar, WS Rendra, dll

Esa

Sendiri bukanlah siksa

Dalam sendiri Tuhan bisa menjadi Esa

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 10/07/2016 in Puisi

 

Seni

Berpuisi tak harus mengeja kata

Menari tak harus meliuk

Bermusik tak harus bernada

Melukis tak harus menoreh khusyuk

***

Karena,

Berpuisi bisa dengan perbuatan

Menari bisa dalam pikiran

Bermusik bisa ditemukan pada alam

Dan melukis bisa tergores pada angan

 
Leave a comment

Posted by on 09/07/2016 in Puisi

 

Sapi

Kau terlalu acuh dan angkuh

Seperti sapi yang berjalan tenang setelah eek di tengah jalan

 
Leave a comment

Posted by on 09/07/2016 in Puisi

 

Gigih

Aku bisanya cuman begini
Tapi aku janji akan aku telateni
Suatu saat nanti pasti aku menjadi ahli

Duh, Gusti..
Aku pernah terperosok dalam lubang imaji
Bahwa hujan tak pernah marah
Dan sinar mentari hangat merekah

Nyatanya hujan pernah murka
Dan mentari pernah merah membara

Tapi aku bisanya cuman begini
Aku janji akan aku telateni
Suatu saat nanti pasti aku menjadi ahli

 
Leave a comment

Posted by on 26/02/2016 in Puisi

 

Ban-ban kematian

Tak hanya tikus
Kini kucing pun banyak yang meregang nyawa di jalanan

Tewas terlindas ban

Tak ada tangisan ataupun pemakaman

Semakin terlindas, semakin tipis, semakin habis

Sudah menjadi kebiasaan
Dan ban-ban tetap saja berlalu-lalang

Tak ada tangisan ataupun pemakaman

 
Leave a comment

Posted by on 20/02/2016 in Puisi

 

Aku

Rindu yang berdenyut-denyut
Dan cinta yang telah hanyut
Tak ada lagi rasa takut
Meski tak ada yang terpaut

Sendiri itu baik, bagi yang ingin menemukan dirinya sendiri
Sebelum menemukan orang lain

Hei! Apa itu puisi-puisi hujan?
Badai saja aku terjang
Tak sembunyi dibalik jendela
Lalu meratapi dunia

Merayap, berguling, terjerembab
Lalu aku bangkit
Lebih kuat
Kemudian kupeluk badai

Voila! Aku telah menemukan diriku sendiri
Bersila di dalam kotak pandora

 
Leave a comment

Posted by on 20/02/2016 in Puisi

 

Otoriter

Bangsamu dulunya terlalu lama hidup dalam penguasa otoriter
Akibatnya, begitu diberi kue kebebasan malah kebablasan
Atau tidak jalan kalau tidak ada perintah atasan
Cenderung ngawur atau tolol

 
Leave a comment

Posted by on 15/02/2016 in Puisi