RSS

Category Archives: Ideologi

Macam-Macam pengertian ideologi

PKS vs PKI

oleh : Kisumarna Immi

Prof. Dr. J.E. Sahetapy

JAKARTA, Baranews.co – Siapa yang tidak kenal Prof. Dr. J.E. Sahetapy sosok pria berusia 81 tahun yang terkenal dengan cara bicaranya yang pedas tanpa rasa takut kepada siapapun yang dikritiknya selama apa yang diucapkannya dirasa benar. Sering kita lihat di salah satu acara TV swasta, Indonesia Lawyers Club (ILC). Beliau adalah seorang guru besar dalam ilmu hukum di Universitas Airlangga, Surabaya.

Penulis kebetulan salah satu follower dari Twitter Prof. Sahetapy yang rajin sekali meng-update cuitanya. Banyak hal menarik sehingga merasa perlu untuk mem-posting cuitannya tanpa menambah mengurangi dan merubah isi dan menafsirkannya.

Cuplikan cuitanya dilakukan pada tanggal Posting 25 Juli 2014 dari jam 17.06 hingga 21.00 sebanyak 142 kali cuitan yang membahas masalah serangan PKS kubunya Prabowo terhadap Kubu Jokowi sebagai Kubu sarang PKI (Partai Komunis Indonesia) dengan #PKSvsPKI. Kita  mulai saja,

@ProfSahetapy 5:06 PM – 25 Jul 2014
Selamat sore, sekarang saya akan memberikan materi pencerahan. Semoga ini dianggap sebagai pencerahan bukan penyesatan.

Karena informasi yang beredar selama ini sebetulnya penyesatan dan memprovokasi karena dibonceng oleh kepentingan politik.

#PKSvsPKI 1. TM2000 pernah, sory.. bukan pernah, tapi sering menyebutkan kalau Jokowi adalah anak PKI. Alasannya apa?

#PKSvsPKI 2. Apalagi kalau bukan karena kepentingan politik. Bukan hanya itu, TM2000 juga mengatakan kalau partai A juga partai yg begini2

#PKSvsPKI 3. Partai yang selama ini dibela-bela oleh TM2000 sebetulnya adalah partai yang lebih menjurus kepada PKI.

#PKSvsPKI 4. Apa sih sebetulnya arti dari Komunisme yang sesungguhnya? banyak orang yang menganggap komunisme itu hanya sebatas paham Hitler

#PKSvsPKI 5. Sebetulnya defenisi komunis itu terletak pada keegoisan yang dibawakan oleh partai itu, meskipun partainya demokratis.

#PKSvsPKI 6. Kalau partainya egois dan hanya menganggap pahamnya saja yang benar, sama saja dengan komunis.

#PKSvsPKI 7. Partai Demokratis, partai Agamis, Partai Sosialis, Partai Nasionalis, Partai Komunis atau partai kue lapis itu sama saja..

#PKSvsPKI 8. Semua partai ingin berebut kekuasaan dengan cara pendekatan yang berbeda-beda, tapi intinya hanya satu. Kekuasaan.

#PKSvsPKI 9. Saya akan meminjam kata orang bijak: “Maling teriak maling”.

#PKSvsPKI 10. Kalau kalian mengamat-amati PKI dan PKS secara mendalam, kalian akan menemukan kesamaan diantara mereka.

#PKSvsPKI 11. Jangan memandang PKS hanya karena mereka membawakan misi agama yang anda percayai, anda salah besar.

#PKSvsPKI 12. Bagi anda Islam adalah agama, tapi bagi para politikus, agama adalah bisnis yang sangat menguntungkan.

#PKSvsPKI 13. Kesamaan yang pertama adalah Internasionalis yang dianut oleh PKI dan PKS. Internasionalis apa yang saya maksud?

#PKSvsPKI 14. Dahulu, PKI dianggap kepanjangan tangan Partai Komunis Uni Sovyet dan China. Pemikiran ini terus berkembang hingga sekarang.

#PKSvsPKI 15. Sama halnya juga dengan PKS yang merupakan perpanjangan tangan Ikhwanul Muslimin (IM) dari Mesir.

#PKSvsPKI 16. PKS mengambil IM versi Said Hawwa faksi Qiyadah Syaikh.

#PKSvsPKI 17. Cita-cita gerakan komunis agar tercipta keadilan distributif ala sosialisme di seluruh negri.

#PKSvsPKI 18. Sementara cita-cita PKS juga ingin menciptakan keadilan distributif ala Islam.

#PKSvsPKI 19. Sementara sudah jelas di Indonesia tidak hanya beragama Islam, tapi mereka ingin memaksakan semuanya sama.

#PKSvsPKI 20. PKI ingin menciptakan keadilan secara sosilis, sementara PKS ingin menciptakan keadilan secara Islamis.

#PKSvsPKI 21. Jadi PKI juga termasuk bagian dari partai Komunis yang ingin memaksakan dan menggeneralkan satu kebenaran menurut versi mereka

#PKSvsPKI 22. PKI tidak secara terang-terangan mengacu kepada gerakan Komunisme di Uni Sovyet maupun China. Demikian juga dengan PKS

#PKSvsPKI 23. Intinya kedua partai ini sama-sama ingin menyamaratakan masyarakat Indonesia dengan satu paham yang mereka anut.

#PKSvsPKI 24. Dalam piagam pendirian dan AD/ART tidak ada disebutkan PKS perpanjangan tangan IM dari Mesir

#PKSvsPKI 25. Meskipun demikian baik PKS atau PKI memiliki orientasi gerakan yang sama, gerakan Universal Internasionalis

#PKSvsPKI 26. Inilah yang menjadi masalah di Indonesia, apakah mungkin Indonesia disamakan dengan dunia luar?

#PKSvsPKI 27. Paham Universal Internasionalis ini tidak cocok dengan Indonesia, bagaimana mungkin Indonesia disamakan dengan agama Islam?

#PKSvsPKI 28. Paham Universal Internasionalis ini tidak cocok dengan Indonesia, bagaimana mungkin Indonesia disamakan dengan negara Komunis?

#PKSvsPKI 29. Itu sebabnya paham PKI harus dibersihkan dari Indonesia, demikian juga paham yang ingin menjadikan Indonesia jadi negara Islam

#PKSvsPKI 30. Paham Universal Internalis tidak cocok di Indonesia, apalagi pahamnya ini ingin memberlakukan peraturan dari salah satu agama

#PKSvsPKI 31. Ketika ada tokoh yang mengatakan memberantas paham ini, beberapa detik kemudian tokoh itu langsung dilabeli “Anti Islam”

#PKSvsPKI 32. Tidak ada yang anti Islam, para tokoh itu hanya anti paham Universal Internasionalis.

#PKSvsPKI 33. Kenapa ada orang yang mendukung paham yang dibawakan PKS? yaa.. karena orang itu beragama Islam, wajar kalau dia dukung.

#PKSvsPKI 34. Sayangnya tidak semua orang Indonesia yang beragama Islam, jadi paham universal ini tidak bisa diterapkan di Indonesia.

#PKSvsPKI 35. Jangan seenaknya dong menentukan peraturan dinegara seribu suku, seribu perbedaan, seribu keberagaman.

#PKSvsPKI 36. Ada partai yang melawan Universal Internasionalis di Indonesia, ketika partai ini bersuara, mereka langsung dituduh Komunis.

#PKSvsPKI 37. Ketika partai itu melawan, partai itu dituduh sebagai partai yang anti Islam. Kok anti Islam sih? mereka kan beragama Islam?

#PKSvsPKI 38. Sebetulnya kalian saja yang tidak paham apa yang diperjuangkan Partai yang menolak Universal Internasionalis itu.

#PKSvsPKI 39. Memaksakan hal yang berbeda menjadi satu paham bukanlah sesuatu hal yang bersifat positif.

#PKSvsPKI 40. Jika ada orang yang melawan PKS, mereka bukan melawan Islam, tapi mereka melawan Paham Universal Internasionalis. Catat!

#PKSvsPKI 41. Sebetulnya apa tujuan dari jaringan antar Komune (PKI) dan Ikhwan (PKS) ??

#PKSvsPKI 42. Tujuan mereka adalah untuk menjalin solidaritas dan persaudaraan lintas negara menjadi kuat.

#PKSvsPKI 43. Diluar partai masih ada ormas yang berorientas Internasionalis seperti Hizbul Tahir.

#PKSvsPKI 44. Sekalipun PKS membawa ajaran Agama, tapi mereka sebetulnya menggunakan cara-cara Komunis. Memaksakan kehendak.

#PKSvsPKI 45. Seandainya anda tidak beragama Islam, apakah anda setuju dengan ajaran yang ingin menjadikan negara ini menjadi Negara Islam?

#PKSvsPKI 46. dapat ditebak, anda juga tidak akan setuju dengan paham itu. Itu yang dilihat oleh partai yang menolak ajaran Universal itu.

#PKSvsPKI 47. Mereka sebetulnya bukan anti terhadap Islam, mereka hanya anti terhadap ajaran yang menyamaratakan perbedaan.

#PKSvsPKI 48. Saat partai anti yang universalis internasionalis ini bergerak, PKS pun menggunakan senjata Agama kepada masyarakat awam.

#PKSvsPKI 49. PKS langsung melabeli partai A dengan “Mereka anti Islam”. Anehnya, masyarakat Indonesia yg belum ngerti langsung percaya..

#PKSvsPKI 50. Sekarang saya akan membocorkan metode yang digunakan oleh PKS.

#PKSvsPKI 51. Partai itu – mau setengah mati dibilang paling agamis pun – tetap saja partai, bukan agama, apalagi Tuhan

#PKSvsPKI 52. Jadi kalau sudah melenceng jauh tidak perlulah dibela mati-matian dan dicari cari pembenarannya, sehingga fanatik buta.

#PKSvsPKI 53. Kalau anda membela mati-matian PKS, ntar malah jadi pemberhalaan loh.

#PKSvsPKI 54. Ini cara PKS berjaya menanamkan idealismenya kepada masyarakat Indonesia.

#PKSvsPKI 55. Giliran melobi, mendekati, dan seolah olah mendukung penguasa baru, ya Tifatul Sembiring jagoannya.

#PKSvsPKI 56. giliran Teriak-teriak sesuka hati – mau bilang sinting, mau bilang apa kek – alias mengumbar mulut bau ya Fahri Hamzah

#PKSvsPKI 57. giliran tebar pesona kepada khalayak ramai ya Anis Mata.

#PKSvsPKI 58. giliran ngritik tajam ya Hidayat Nurwahid..

#PKSvsPKI 59. Cara seperti ini mengingatkan saya dengan permainan catur. Masing-masing punya fungsi, punya langkah dan cara yang berbeda.

#PKSvsPKI 60. Namun tujuan akhirnya adalah memenangkan si raja hitam atau si raja putih. Inilah politik kawan..

#PKSvsPKI 61. Jangan harap PKS itu murni seratus persen membawakan ajaran Islam, justru mereka yg mencoreng Islam kawan..

#PKSvsPKI 62. Nanti kalau saya bilang gini, saya dituduh anti Islam, padahal saya bukan anti Islam, saya hanya anti paham Universalisme dong

#PKSvsPKI 63. Demikian juga partai lain yang melawan PKS, mereka bukan melawan ISLAM, mereka melawan IDEOLOGI Komunis yg ada dalam PKS

#PKSvsPKI 64. Jaringan Internasionalis antar komune (PKI) dan ikhwan (PKS) menjadikan solidaritas & persaudaraan lintas negara menjadi kuat.

#PKSvsPKI 65. Seperti PKI yang membantu mengembangkan gerakan komunis di Vietnam, dan merespon ketegangan blok soviet dan Amerika.

#PKSvsPKI 66. Demikian halnya dengan PKS, yang sangat cepat merespon HI Palestina bernama HAMMAS dalam perjuangan melawan Israel.

#PKSvsPKI 67. Makanya tak PKS lebih peduli dengan isu Palestina, ketimbangan isu Tenaga Kerja Indonesia di Arab yang menderita.

#PKSvsPKI 68. Karena PKS lebih terikat pada ideologi Internasionalis daripada ikatan ideologi Nasionalis. Apakah ini yang anda inginkan?

#PKSvsPKI 69. Padahal TKI yang menjadi korban di Arab sana, mayoritas Muslim.

#PKSvsPKI 70. Kalau ada ketegangan di Palestina misalnya, PKS seperti kebakaran jenggot. Padahal ada ketegangan di Indonesia..

#PKSvsPKI 71. PKS tidak perduli, mereka lebih memperdulikan Internasionalisme ketimbang Nasionalisme.

#PKSvsPKI 72. Bukan hanya itu, mereka hanya memperdulikan orang yang berada dalam lingkupnya saja. Bukankah ini ciri-ciri komunis?

#PKSvsPKI 73. PKS adalah komunis dalam kemasan agamais..

#PKSvsPKI 74. Untuk menunjang ikatan solidaritas persaudaraan, PKI membangun Poros Jakarta Peking.

#PKSvsPKI 75. Sedangkan PKS, membangun poros Indonesia Turki.

#PKSvsPKI 76. Selain membangun komunikasi juga membuat program pendidikan para kader.

#PKSvsPKI 77. Persis dengan PKI yang mengirim kadernya untuk belajar di Universitas di China, Moskow, Prancis dan negara Eropa lainnya.

#PKSvsPKI 78. PKS pun mendapat jalan untuk mengirimkan kadernya untuk belajar di berbagai Universitas di Timur Tengah dimana IM ada disana.

#PKSvsPKI 79. Saat ini IM cukup berkembang di Syiria, Yordania, Iraq, Libanon, Turki, Arab Saudi, Yaman dan Sudan. Oopps.. Yordania??

#PKSvsPKI 80. Sekedar informasi, Saat pendirian awal PKS pada tahun 1998, IM dari negara di Timur Tengah banyak membantu pendanaan..

#PKSvsPKI 81. Baik PKI ataupun PKS sama-sama lebih mementingkan Internasionalisme dan sistem sekutu-sekutu.

#PKSvsPKI 82. PKS berusaha mencari sekutu dari negara Islam. Tidak masalah memang paham Internasionalisme, tapi utamakan Nasionalisme dulu.

#PKSvsPKI 83. PKI, PKS, Komunis, Agamis punya musuh bersama. Paham ini yang menjadi dasar pemikiran Internasionalis PKI dan PKS.

#PKSvsPKI 84. Siapa musuh mereka? kita semua sudah tau. Tak perlu dijelaskan lagi..

#PKSvsPKI 85. Perbedaan ideologi memacu ketegangan antar blok dunia.

#PKSvsPKI 86. Meskipun Indonesia secara nyata berada pada posisi Non Blok, akan tetapi karena pengaruh PKI.

#PKSvsPKI 87. Sukarno sering menyerang kebijakan Amerika dan Inggris karena PKI menerima semua masukan dari orang Indonesia, termasuk PKI

#PKSvsPKI 88. Kebencian komunis terhadap Amerika dan Inggris, sama dengan partai komunis di negara manapun.

#PKSvsPKI 89. Mengapa anda membenci Amerika dan Inggris? ya itu dia.. dalam otak anda masih tersisa ajaran-ajaran PKI.

#PKSvsPKI 90. Demikian juga dengan PKS, yang memandang Amerika dan Israel sebagai musuh bersama.

#PKSvsPKI 91. Dimanapun IM berada dan di negara manapun itu, musuh mereka tetap sama. Musuh IM tetap Amerika, Inggris dan sekutunya.

#PKSvsPKI 92. PKI dan PKS berusaha menanamkan ajaran yang Internasionalis kepada anda.

#PKSvsPKI 93. Sementara partai Nasionalis ingin mengajak anda mementingkan Indonesia dulu, baru mementingkan Internasional.

#PKSvsPKI 94. Bendera PKS mengajak anda adalah Bendera Agama.

#PKSvsPKI 95. Inilah yang menjadi dilema bagi masyarakat Indonesia, mengutamakan Internasionalisme atau Nasionalisme?

#PKSvsPKI 96. Untuk identifikasi musuh, maka diciptakan jargon bersama.

#PKSvsPKI 97. PKI menyebut Amerika dan sekutunya sebagai bahaya Imperialisme

#PKSvsPKI 98. Sedangkan PKS & IM menyebutnya sebagai bahaya Zionis. Jelas sekali PKS dan PKI punya misi menghancurkan musuh yang sama.

#PKSvsPKI 99. PKS & PKI termasuk Komunis juga sebetulnya, hanya saja mereka dalam kemasan yang berbeda, yang satu Sosialis, yang satu Agamis

#PKSvsPKI 100. Jargon PKI dan PKS itu sama dinegara-negara yang menganutnya, Secara tidak langsung menunjuk pada sasaran yang sama.

#PKSvsPKI 101. Sasaran PKS dan PKI adalah Amerika, Israel, Inggris. Sudah jelas.. PKS dan PKI punya musuh yang sama.

#PKSvsPKI 102. Seperti itulah cara PKS dan PKI untuk melawan musuh Internasionalnya. Lalu bagaimana dengan menghadapi Musuh dalam negeri?

#PKSvsPKI 103. Untuk musuh di dalam negri, mereka biasa menyebut dengan istilah “antek atau agen”. Voila.. terbongkar sudah..

#PKSvsPKI 104. PKI menyebut antek atau agen Imperialis, sedang PKS menyebunya antek atau agen Zionis.

#PKSvsPKI 105. Siapapun orang atau organisasi yang dianggap PKS dan PKI sebagai musuh, maka akan keluar stigma Antek asing..

#PKSvsPKI 106. Saya membenarkan kalau ada gerakan Zionisme, tapi sebetulnya itu mengacu pada kekuasaan yg ingin diciptakan oleh USA.

#PKSvsPKI 107. Sayangnya negara/gerakan yang tidak sepaham dengan paham Imperialis hanyalah Komunis… hanya kedua paham ini yg ada.

#PKSvsPKI 108. Kalau PKS dan PKI membelot dan menolak Amerika, artinya PKS dan PKI adalah….. (Jawab sendiri)

#PKSvsPKI 109. Yang terjadi di Indonesia, TM2000 menyebut Jokowi agen Asing. Artinya TM2000 itu kalau tidak Komunis, pasti PKS.

#PKSvsPKI 110. Baik PKI dan PKS tidak menyukai hal yang berbau “barat”, TM2000 juga seperti itu..

#PKSvsPKI 111. Bagi mereka barat identik dengan Liberal. PKI sering menuding pejabat negara dengan hidup mewah dicap sebagai prilaku Liberal

#PKSvsPKI 112. Demikian juga dengan PKS yang sering menuding orang dengan cap serupa: Liberal.

#PKSvsPKI 113. Diantaranya menuding Liberal kepada media massa. Padahal senyatanya prinsip kebebasan pers hanya tumbuh di negara demokratis.

#PKSvsPKI 114. Hanya negara yang otoriter yang membatasi ruang kebebasan pers.

#PKSvsPKI 115. Ketika Uni Soviet berhadapan dengan sekutu yg dipimpin oleh Amerika dalam perebutan Jerman tahun 1945

#PKSvsPKI 116. maka saat itu juga, kebencian terhadap Amerika dan sekutunya lahir dan menyebar luas dinegara komunis.

#PKSvsPKI 117. Kebencian Uni Soviet terhadap Amerika ditularkan gerakan komunis di Indonesia.

#PKSvsPKI 118. Demikian juga dengan gerakan Ikhwanul Muslimin di Mesir yang secara langsung terlibat perang di Palestina melawan Israel.

#PKSvsPKI 119. Kebencian terhadap Israel zionis Amerika, ditularkan juga ke Indonesia melalui ajaran PKI dan PKS.

#PKSvsPKI 120. Padahal kalau kita menelisik sejarah, musuh Indonesia adalah Belanda, Jepang dan NICA Inggris.

#PKSvsPKI 121. Kok bisa yah secara tiba-tiba kita membenci Amerika? Belum pernah bangsa Indonesia berkonfrontasi langsung dengan Amerika.

#PKSvsPKI 122. Inilah paham yang disebarkan oleh PKS dan PKI. Aneh kan orang Indonesia lebih membenci Musuh Komunis daripada musuh Nasional?

#PKSvsPKI 123. Padahal Amerika yang membebaskan Indonesia dari penjajahan Jepang dengan cara tidak langsung.

#PKSvsPKI 124. Kalau seandainya Bomb tidak jatuh di Hirosima dan Nagasaki, tidak akan pernah terjadi kekosongan kekuasaan di Indonesia.

#PKSvsPKI 125. Tapi inilah paham yang diajarkan PKI dan PKS. Kita diajak untuk memusuhi musuh Komunis. Musuh komunis siapa?

#PKSvsPKI 126. Siapa lagi kalau bukan Amerika?

#PKSvsPKI 127. Namun bibit permusuhan dengan Amerika dibawa oleh komunis Soviet, maka PKI pun mengangap sebagai musuh bersama.

#PKSvsPKI 128. Demikian juga Israel belum pernah terlibat konfrontasi langsung dengan Indonesia.

#PKSvsPKI 129. Tapi secara misterius Indonesia langsung membenci Israel, hanya karena agama.

#PKSvsPKI 130. Ingat, agama anda sudah dimanfaatkan oleh para komunis untuk melawan Amerika.

#PKSvsPKI 131. Saya bukan orang Komunis dan juga bukan Imperialis, saya netralis.. saya hanya pengamat..

#PKSvsPKI 132. Sebaliknya, PKI tidak pernah menjadikan zionis atau Israel sebagai isu yang menyulut api permusuhan.

#PKSvsPKI 133. Demikian juga dengan PKS, tidak pernah menjadikan komunis Soviet (Rusia) dan China, sebagai isu permusuhan

#PKSvsPKI 134. Padahal jika dilihat ajaran komunisme dianggap ateis atau tidak mengakui adanya Tuhan.

#PKSvsPKI 135. Itu sebabnya saya mengatakan kalau PKS adalah Komunisme dalam kemasan yang berbeda, mereka komunis dalam kemasan Agamais.

#PKSvsPKI 136. PKI dan PKS sangat kaya perbendaharaan kata untuk memberi stempel bagi musuh-musuhnya.

#PKSvsPKI 137. Dahulu ada cap seperti kaum sarungan, tuan tanah, feodal, kapitalis birokrat (kabir), sekterian, revisionis, anti rakyat.

#PKSvsPKI 138. Kalian anak muda yang membaca Twit ini mungkin tidak akan tau dengan sebutan-sebutan ini, karena belum lahir.

#PKSvsPKI 139. Sekarang PKS muncul dan memberikan cap kafir, dajjal, tukang fitnah, thogut, musyrik kepada musuh-musuhnya.

#PKSvsPKI 140. Pendek kata, baik PKI dan PKS sangat mudah memberi cap stempel kepada musuh-musuhnya.

#PKSvsPKI 141. Saya sudah menjelaskan Prinsip Internasionalis dan Musuh Bersama PKI dan PKS, sebetulnya masih banyak yg ingin saya jelaskan

#PKSvsPKI 142. Tapi untuk beberapa menit kedepan kuliah kita Istrahat dulu, saya mau membuat secangkir kopi hangat.

Penulis merasa tidak perlu untuk menafsirkan semua hal diatas karena tidak pada kapasitasnya, jadi silahkan pembaca tafsirkan sendiri apa yang terkandung di dalamnya. Dan tentu saja sangat panjang, perlu kemauan untuk mambacanya.

 

(Kisumarna Immi/Sumber: Prof. Sahetapy)

http://baranews.co/web/read/18644/pks.vs.pki#.U_oYhM7Ub2A.facebook

 

Advertisements
 
 

Tan Malaka: Pandangan Hidup (1948)

Kembali saya mau mengulas tulisan-tulisan Tan Malaka karena tadi si admin twitter Tan Malaka lagi posting tulisan beliau.

http://www.marxists.org/indonesia/archive/malaka/1948-Pandangan.htm

Diulas dengan tajam dan masuk akal meskipun ada beberapa poin yang saya kurang setuju, mungkin karena Tan Malaka melihat dari sudut pandang yang berbeda dari saya, atau bisa juga karena Tan Malaka sudah mempunyai garis pemikirannya sendiri sehingga mempelajari pandangan lain hanya sebatas kulitnya saja, atau mungkin tidak sempat karena beliau hidup dalam pelarian bertahun-tahun.

Tan Malaka membandingkan 2 sisi, “kebaratan” vs “ketimuran” dimana kebaratan diwakili oleh ilmu pengetahuan, sedangkan ketimuran diwakili oleh mistika, kegaiban dan lain sebagainya. Tentu saja hal ini akan menjadi kontradiktif dan menurut saya tidak bisa dibandingkan satu sama lain, keduanya menjalankan perannya masing-masing. Memang pengetahuan harus digali terus menerus seperti pada ulasannya di : https://www.marxists.org/indonesia/archive/malaka/Madilog/Bab7.htm

Namun nantinya pasti penggalian ilmu pengetahuan akan sampai pada titik menjadi debat yang tiada berakhir seperti misalnya mana yang lebih dulu? Telur dulu atau ayam yang lebih dulu? Atau apakah semesta tiba-tiba muncul tanpa pencipta? Jika memang ada pencipta lalu adakah pencipta dari si pencipta itu tadi? Ataukah pencipta itu tadi tiba-tiba saja hadir di semesta? Berarti apakah semesta telah ada lebih dulu daripada sang pencipta? Jika memperdebatkan mana yang lebih dulu, berarti tentunya konsep “waktu” sudah lebih dulu hadir ketimbang semesta dan pencipta. Justru berarti apakah “waktu” lebih perkasa ketimbang semesta dan pencipta?

Saya setuju pada poin dimana Tan Malaka mengatakan, “agama itu tetap “eine Privatsache” atau kepercayaan masing-masing orang. Dengan majunya ilmu filsafat, logika, dan matematika maka ahli agama pun memakai ilmu ini buat menjelaskan sendi agamanya. Tetapi, yang jelas bagi penganut satu agama belum tentu jelas bagi penganut agama lain. Agama tinggal tetap sesuatu kepercayaan bagi masing-masing orang”. Agama digunakan untuk membimbing dan mengisi kekosongan batin manusia serta menambal celah kosong yang masih belum bisa dijawab oleh ilmu pengetahuan, dan saya pun juga setuju bahwa ilmu pengetahuan harus digali terus menerus tanpa boleh berhenti agar kita terhindar dari kebodohan dan ketakhayulan yang membuat kita seperti katak dalam tempurung sehingga menjadi manusia yang gampang dibodohi dan dijajah.

Permasalahannya sekarang adalah pengetahuan dan agama dicampurkan dalam suatu negara dimana digunakan bukan untuk kemakmuran bumi beserta isinya melainkan malah sebaliknya. Kaum fanatis agama bertarung dengan kaum ilmuwan saling menjatuhkan. Kaum fanatis terkadang menganggap kaum ilmuwan melewati batas dan kodrat manusia, begitupun sebaliknya kaum ilmuwan pun menuduh sebenarnya kaum fanatislah yang lebih banyak membunuh manusia dalam perang-perang ketimbang apa yang telah diperbuat si ilmuwan tadi. Kemudian diperparah dengan masuknya pihak ketiga yaitu politikus kapitalis, lalu dimanfaatkanlah itu 2 kaum, kaum fanatis dan kaum ilmuwan untuk mempertebal kantong kaum politikus kapitalis. Ilmuwan disuruh politikus kapitalis membuat senjata-senjata canggih, lalu dijualah itu senjata kepada kaum fanatis untuk berperang saudara pada sesama kaum fanatis. Sedangkan masyarakat ketiga yang mapan dicekoki dengan produk-produk kapitalis dimana untuk memproduksi produk dipekerjakanlah itu pekerjanya yang akan selamanya hanya menjadi pekerja kelas bawahan karena tidak punya modal maupun alat produksi sedangkan keuntungan tetaplah mengalir ke kantong para politikus kapitalis.

“Kebaratan” dan “ketimuran”, “ilmu pengetahuan” dan “agama” harus berjalan beriringan seperti 2 besi yang dijadikan rel kereta api, atau keduanya bisa bertindak sebagai “pedal gas” dan “pedal rem” dimana jika dihilangkan salah satu, di gas terus akan kebablasan, tapi di rem terus juga tidak akan sampai kemanapun.

Saya setuju dengan inti ajaran komunis dimana keuntungan dan kekayaan dibagi bersama, sama-sama saling menikmati. Keuntungan dan kekayaan usaha maupun alam beserta isinya dibagi bersama kepada rakyat, sehingga tidak ada yang lebih kaya ataupun lebih miskin. Adil dan merata. Jika komunisme diperas lagi dalam 1 kata, maka kata tersebut bisa jadi adalah “gotong royong”.

Eh ngomong-ngomong sudah pada tahu belum apa itu kapitalis?
Jangan-jangan kalian hanya jadi sapi perahan kaum kapitalis tanpa pernah sadar susu kalian telah dijamah-jamah sedemikian rupa sedangkan kalian hanya disuguhi rumput kering.

Ah, tak mengapa, mungkin saya bisa menjadi gabungan nasionalis + komunis + sosialis + pantheis + liberalis + demokratis + realis namun tetap optimis dan tidak skeptis…mbuh jadi apa nantinya..heuheuheu

Lumayan untuk menambah perbendaharaan ideologi

Quotes yang menarik dari Einstein untuk mengakhiri tulisan ini adalah : “Sains tanpa agama lumpuh, agama tanpa sains buta”

Dan ada lagi quotes dari Bhagavad Gita yang berhubungan dengan tema tulisan kali ini :
“Hanya orang yang bodoh membicarakan ‘bhakti’ sebagai hal yang berbeda dari mempelajari dunia material secara analisis (sankhya). Orang yang benar-benar bijaksana mengatakan bahwa orang yang menekuni salah satu diantara kedua jalan tersebut dengan baik akan mencapai hasil dari kedua-duanya.” BG 5.4

“Orang yang mengetahui bahwa kedudukan yang dicapai dengan cara belajar secara analisis juga dapat dicapai dengan bhakti, dan karena itu melihat bahwa pelajaran analisis dan bhakti sejajar, melihat hal-hal dengan sebenarnya.” BG 5.5

 
2 Comments

Posted by on 27/04/2014 in Ideologi

 

Ajaran Samin & Sedulur Sikep

Ajaran Samin

Ajaran Samin (Saminisme) yang disebarkan oleh Samin Surosentiko (1859-1914), adalah sebuah konsep penolakan terhadap budaya kolonial Belanda dan penolakan terhadap kapitalisme yang muncul pada masa penjajahan Belanda abad ke-19 di Indonesia. Sebagai gerakan yang cukup besar Saminisme tumbuh sebagai perjuangan melawan kesewenangan Belanda yang merampas tanah-tanah dan digunakan untuk perluasan hutan jati.

Asal ajaran Saminisme

Ajaran Saminisme muncul sebagai akibat atau reaksi dari pemerintah kolonial Belanda yang sewenang-wenang.Perlawanan dilakukan tidak secara fisik tetapi berwujud penentangan terhadap segala peraturan dan kewajiban yang harus dilakukan rakyat terhadap Belanda misalnya dengan tidak membayar pajak. Terbawa oleh sikapnya yang menentang tersebut mereka membuat tatanan, adat istiadat dan kebiasaan-kebiasaan tersendiri.

Tokoh perintis ajaran Samin

Perintis ajaran ini adalah Samin Surosentiko atau disebut singkat Samin. Lahir di Desa Ploso Kedhiren, Randublatung pada tahun 1859 dan meninggal tahun 1914 (saat diasingkan ke kota Padang, Sumatra Barat). Ia adalah seorang buta aksara.

Daerah penyebaran dan para pengikut ajaran Samin

Tersebar pertamakali di daerah Klopoduwur, Blora, Jawa Tengah. Pada 1890 pergerakan Samin berkembang di dua desa hutan kawasan Randublatung, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Gerakan ini lantas dengan cepat menjalar ke desa-desa lainnya. Mulai dari pantai utara Jawa sampai ke seputar hutan di Pegunungan Kendeng Utara dan Kendeng Selatan. Atau di sekitar perbatasan provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur menurut peta sekarang.

Dua tempat penting dalam pergerakan Samin adalah Desa Klopodhuwur di Blora dan Desa Tapelan di Kecamatan Ngraho, Bojonegoro, yang memiliki jumlah terbanyak pengikut Samin. Mengutip karya Harry J. Benda dan Lance Castles (1960), orang Samin di Tapelan memeluk saminisme sejak tahun 1890. Dalam Encyclopaedie van Nederlandsch-Indië (1919) diterangkan, orang Samin seluruhnya berjumlah 2.300 orang (menurut Darmo Subekti dalam makalah [[Tradisi Lisan Pergerakan Samin, Legitimasi Arus Bawah Menentang Penjajah, (1999), jumlahnya 2.305 keluarga sampai tahun 1917, tersebar di Blora, Bojonegoro, Pati, Rembang, Kudus, Madiun, Sragen, dan Grobogan) dan yang terbanyak di Tapelan.

Wong Sikep

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on 08/04/2014 in Ideologi

 

Agama

Agama

Agama menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997) adalah sistem atau prinsip kepercayaan kepada Tuhan, atau juga disebut dengan nama Dewa atau nama lainnya dengan ajaran kebhaktian dan kewajiban-kewajiban yang bertalian dengan kepercayaan tersebut.

Kata “agama” berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti “tradisi” sedangkan kata lain untuk menyatakan konsep ini adalah religi yang berasal dari bahasa Latin dan berasal dari kata kerja “re-ligare” yang berarti “mengikat kembali”. Maksudnya dengan berreligi, seseorang mengikat dirinya kepada Tuhan. Adapun dalam bahasa Arab biasanya dikaitkan dengan kata din yang mempunyai keberagaman arti sebagaimana kata agama. Namun secara praktis, din memiliki maksud makna yang sama dengan agama.

Enam agama besar yang paling banyak dianut di Indonesia, yaitu: agama Islam, Kristen Protestan dan Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Sebelumnya, pemerintah Indonesia pernah melarang pemeluk Konghucu untuk mempraktekkan agamanya secara terbuka. Namun, melalui Keppress No. 6/2000, Presiden Abdurrahman Wahid mencabut larangan tersebut. Tetapi sampai kini masih banyak penganut ajaran agama Konghucu yang mengalami diskriminasi oleh pejabat-pejabat pemerintah. Ada juga penganut agama Yahudi, Saintologi, Raelianisme dan lain-lainnya, meskipun jumlahnya relatif sedikit.

Menurut Penetapan Presiden (Penpres) No.1/PNPS/1965 junto Undang-undang No.5/1969 tentang Pencegahan Penyalah gunaan dan Penodaan agama dalam penjelasannya pasal demi pasal dijelaskan bahwa Agama-agama yang dianut oleh sebagian besar penduduk Indonesia adalah: Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Meskipun demikian bukan berarti agama-agama dan kepercayaan lain tidak boleh tumbuh dan berkembang di Indonesia. Bahkan pemerintah mempunyai kewajiban untuk mendorong dan membantu perkembangan agama-agama tersebut.

Sebenarnya tidak ada istilah agama yang diakui dan tidak diakui atau agama resmi dan tidak resmi di Indonesia, kesalahan persepsi ini terjadi karena adanya SK (Surat Keputusan) Menteri dalam negeri pada tahun 1974 tentang pengisian kolom agama pada KTP yang hanya menyatakan kelima agama tersebut. Tetapi SK (Surat Keputusan) tersebut telah dianulir pada masa Presiden Abdurrahman Wahid karena dianggap bertentangan dengan Pasal 29 Undang-undang Dasar 1945 tentang Kebebasan beragama dan Hak Asasi Manusia.

Selain itu, pada masa pemerintahan Orde Baru juga dikenal Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, yang ditujukan kepada sebagian orang yang percaya akan keberadaan Tuhan, tetapi bukan pemeluk salah satu dari agama mayoritas.

Daftar agama-agama

a280709ed10e6ec2fc8392e4388088b5e8bc4454

Monoteisme

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on 08/04/2014 in Ideologi, Religi

 

Panteisme

Panteisme atau pantheisme (Yunaniπάν ( ‘pan’ ) = semua dan θεός ( ‘theos’ ) = Tuhan) secara harafiah artinya adalah “Tuhan adalah Semuanya” dan “Semua adalah Tuhan”. Ini merupakan sebuah pendapat bahwa segala barang merupakan Tuhan abstrak imanen yang mencakup semuanya; atau bahwa Alam Semesta, atau alam, dan Tuhan adalah sama. Definisi yang lebih mendetail cenderung menekankan gagasan bahwa hukum alamKeadaan, dan Alam Semesta (jumlah total dari semuanya adalah dan akan selalu) diwakili atau dipersonifikasikan dalam prinsip teologis ‘Tuhan’ atau ‘Dewa’ yang abstrak. Walau begitu, perlu dimengerti bahwa kaum panteis tidak percaya terhadap seorang Dewa atau Dewa-Dewa yang pribadi dan kreatif dalam segala bentuk, yaitu merupakan ciri khas utama yang membedakan mereka dari kaumpanenteis dan pandeis. Dengan begitu, meskipun banyak agama mungkin mengklaim memiliki unsur-unsur panteis, mereka biasanya sebenarnya sejatinya panenteis atau pandeistik.

Sejarah

Istilah panteis – yang diturunkan dari kata panteisme – pertama kali digunakan secara langsung oleh penulis Irlandia John Toland dalam karyanya yang berasal dari tahun 1705, “Sosinianisme Benar-Benar Dicanangkan oleh seorang panteis”. Namun konsep ini telah dibicarakan jauh sebelumnya pada zaman filsuf Yunani Kuno, oleh ThalesParmenides dan Heraklitus. Latar belakang Yahudi untuk panteisme bahkan mencapai zaman ketika kitab Taurat diturunkan dalam ceritanya mengenai penciptaan dalam kitab Kejadian dan bahan-bahan yang lebih awal berbentuk nubuat di mana secara nyata dikatakan bahwa kejadian alam” [seperti banjir, badai, letusan gunung dst.] semuanya diidentifikasikan sebagai “Tangan Tuhan” melalui idioma personifikasi, dan jadi menjelaskan rujukan terbuka terhadap konsep ini di dalam baik Perjanjian Barumaupun sastra Kabbalistik.

Pada tahun 1785, ada sebuah kontroversi besar yang muncul antara Friedrich Jacobi dan Moses Mendelssohn, yang akhirnya menyangkut banyak orang penting kala itu. Jacobi mengklaim bahwa pantheismeLessing bersifat materialistik. Maksudnya ialah bahwa seluruh Alam dan Tuhan sebagai sebuah substansi yang luas. Untuk Jacobi, ini adalah hasil dari berbaktinya Zaman Pencerahan untuk mencari logika dan akhirnya ini akan berakhir kepada ateisme. Mendelssohn tidak setuju dengan menyatakan bahwa panteisme adalah sama dengan teisme.

Menurut website http://www.pantheism.net/paul/

Panteisme lebih tua dari agama Buddha atau Kristen, dan mungkin pengikutnya sudah ratusan juta. Kebanyakan Tao adalah panteisme, bersama dengan banyak orang Cina, Jepang dan Buddha Barat, ekologist, orang-orang kafir, animis, pengikut agama-agama pribumi, dan banyak Unitarian Universalis. Pusat Filosof tulisan-tulisan suci Hindu adalah panteis. Banyak ateis dan humanis mungkin pantheists naturalistik tanpa menyadarinya.

Panteisme alami adalah bentuk modern dari panteisme yang sangat menjunjung alam semesta dan alam serta bersukacita menerima dan merangkul kehidupan, tubuh dan bumi, tetapi tidak percaya pada dewa supernatural, entitas atau kekuatan.

reality-sm

Apa yang Panteis yang yakini?

Read the rest of this entry »

 
1 Comment

Posted by on 08/04/2014 in Ideologi, Religi

 

Marxisme (Made Surya Putra)

August 10, 2011 at 9:33am

Marxisme

Bila diibaratkan mobil maka usia republik ini sudah masuk usia senja dan menjelang 17 Agustus 2011, ijinkan saya mengungkit sebuah fakta yang (sepertinya) sering dilupakan atau sengaja disembunyikan oleh banyak orang di Indonesia yaitu hubungan Marxisme dengan keberadaan negara kita saat ini. Tiga orang penting dalam pendirian negara ini yaitu Soekarno, M Hatta dan Sutan Syahrir adalah orang-orang yang sudah khatam Marxisme sejak usia muda, belum lagi Tan Malaka yang adalah mentor bagi banyak angkatan 45 (mohon diingat tentang Jendral Besar Soedirman). Mungkin anda meragukan pernyataan saya diatas, kalau memang demikian maka silahkan membuka kembali buku Di Bawah Bendera Revolusi Jilid 1 dari Ir Soekarno, Biografi M Hatta, Perdjoangan Kita dari Syahrir dan tentunya Madilog dari Tan Malaka. Mau tidak mau, suka tidak suka, ide-ide Marxisme telah termaktub dalam batang tubuh bangsa ini.

Silahkan melihat-lihat mobil ini dan ijinkan saya berbicara tentang Marxisme untuk menjlentrehkan bahwa Marxisme bukanlah komunisme dan juga bukan atheisme. Masing-masing mereka adalah bahasan dalam ruang yang berbeda namun sering disalahpahami oleh orang Indonesia.

Marxisme adalah sebuah pandangan tentang dunia yang dinyatakan dalam serangkaian teori. Ini berarti Marxisme adalah sebuah aliran filsafat karena filsafat adalah pandangan tentang dunia dan alam yang dinyatakan secara teori. Sebelum menukik ke bahasan tentang Marxisme, ijinkan saya menjelaskan posisi filosofis marxisme terlebih dahulu sehingga tidak timbul perdebatan yang tidak ada gunanya.

Silahkan masuk ke dalam mobil dan mari berbicara sedikit tentang filsafat.

Filsafat adalah metode berfikir untuk memecahkan masalah alam dan masyarakat. Filsafat mempersoalkan masalah-masalah substansial dan salah satu masalah mendasar dalam filsafat adalah hubungan antara ide dan materi. Filsafat yang memandang ide mendahului materi termasuk dalam aliran idealisme. Filsafat yang memandang materi mendahului ide termasuk dalam aliran filsafat materialisme.

1. Materialisme Vs Idealisme

Dimohon para penumpang mempersiapkan diri untuk masalah ini karena saya yakin penumpang mobil adalah orang beragama yang berbasiskan filsafat Idealisme sedangkan Marxisme mewakili aliran materialis tentang realitas. Mohon kencangkan sabuk pengaman, saya akan hidupkan mobil dan pasang gigi satu agar kita bisa berangkat.

1.1. Materialisme

Materi adalah esensi realitas dan materi adalah pembentuk kesadaran. Ide dimunculkan oleh kesadaran dari proses berpikir. Proses berpikir adalah produk dari otak dan otak adalah tahap tertentu dari perkembangan materi hidup. Jadi ide adalah produk dari materi. Pemahaman kesadaran individual dan komunitas bukan berangkat dari yang dikatakan, dikhayalkan atau dibayangkan melainkan berangkat dari kondisi nyata dan proses kehidupan riil manusia. Ide adalah abstraksi proses kehidupan material yang harus dibuktikan secara empiris dan terikat pada premis-premis material. Moralitas, agama, metafisika dan ideologi tidak independen karena berasal dari ide manusia dan dikembangkan dari produksi dan hubungan material. Kehidupan tidak ditentukan oleh kesadaran, tetapi kesadaran ditentukan oleh kehidupan.

1.2. Idealisme

Kesadaran atau ide-ide bisa eksis secara independen tanpa keberadaan materi. Perkembangan individu dan masyarakat ditentukan oleh perkembangan ide-ide seperti moralitas, agama dan ideologi. Pendekatan idealisme menerima atau setidaknya membuka kemungkinan bahwa dunia material dibentuk oleh kekuatan di luar materi dan bahwa kesadaran atau ide-ide muncul lebih dahulu dibandingkan materi. Terdapat semacam tenaga penggerak awal supranatural (causa prima) seperti Tuhan, Dewa, Magis atau yang lainnya.

Read the rest of this entry »

 
1 Comment

Posted by on 17/03/2014 in Ideologi

 

Bab VI Logika (Tan Malaka – Madilog)

Berikut sudah saya layani Logika Mystika, Filsafat Ilmu Bukti dan Dialektika. Sekarang saya sampai kepada perkara terakhir ialah Logika.

Ikutan (orde) itu sudah tentu boleh disusun dengan jalan lain, yaitu menurut penjuru masing-masing si pemandang. Saya sebut ikutan diatas, karena ikutan semacam itu ada sedikit cocok dengan genelogy, turun-menurunnya, menurut tuannya semua perkara tersebut. Saya pikir tiada bisa disangkal, bahwa Logika Mystika, ialah Logika yang berasalan kepercayaan semata-mata, bukan bukti yang dipancainderakan atau diperalamkan, itulah ilmu yang setua-tuanya didunia ini.

Dari Ilmu Mystika lahir Filsafat dan Filsafat ini pecah dua: Pada pihak satu terdapat Ilmu Bukti yang melayani Matematika, Ilmu Alam dan Ilmu Masyarakat. Pada lain pihak terdapat Dialektika dan Logika. Sudahlah tentu tiada bisa ditentukan dengan pasti, bila Ilmu Bukti itu dilahirkan oleh filsafat, atau pada tanggal berapa Ilmu Bukti itu dilahirkan oleh filsafat, atau pada tanggal berapa Ilmu Bukti berpisah dengan Dialektika dan Logika. Ilmu Bukti, Dialektika dan Logika, adalah rapat sekali seluk-beluknya satu dengan lainnya. Tiadalah bisa ditentukan dengan batas yang tajam dimana ketiga ilmu itu bisa ditentukan dengan batas yang tajam dimana ketiga ilmu itu masing-masing mesti ditempatkan. Perbedaan yang menyolok mata sudah ditentukan, tetapi masing-masing ada mempunyai bagian yang bersamaan. Tetapi dengan melakonkan semua perkara tadi keatas panggung menurut genealogie, dan mengemukakan perbedaan dan persamaan masing-masing bisa tercapai maksud saya: (1) memberi kebulatan dari Madilog, (2) menyingkirkan herhalingen, membicarakan satu perkara berulang-ulang, lebih dari mestinya.

Dahulu dalam lakon filsafat, saya masukan sebagian dari perkara Dialektika. Hal ini sudah tentu tiada bisa disingkiri, karena Filsafat dan Dialektika adalah ibu dan anak. Begitu juga ketika menguraikan Ilmu Bukti saya campurkan perkara Logika. Inipun tiada bisa disingkiri, karena Ilmu Bukti dan Logika itu adalah dua saudara kembar.

Pada beberapa Negara Barat dan Amerika, disekolah menengah-tinggipun Logika itu diajarkan sebagai vak (pelajaran) yang terkhusus bersama-sama dengan Ilmu Bukit yang lain-lain. Sudah tentu para mahasiswa, murid-luruh mendapat pelajaran, terkecuali tentang Logika, sebelum dianjurkan Ilmu Bukti. Sebaliknya dalam buku Logika zaman sekarang tak ketinggalan lagi contoh yang diambil dari Ilmu Bukti. Begitulah Ilmu Bukti dan Logika Isi-mengisi. Hal ini juga menggambarkan pentingnya Logika sebagai ilmu berpikir. Teatpi janganlah terlalu dilebihi kepentingannya itu, berapapun pentingnya dalam daerah sendiri.

Perlu diperingatkan lagi lebih dahulu, sebagai spring-board (papan-pelompat), tiga definisi Ilmu Bukti, yakni: (1) accurate thought, pikiran yang jitu, tepat atau (2) organisation of facts, penyusunan bukti atau (3) simplication by generalisation, penggampangan dengan mengumumkan. Maka semua hal ini pada geometry terbentuk oleh cara synthetic, memasang bukti sampai menjumpai teori, analytic, mengungkai (membuka) teori atas buktinya dan ad-absurdum, cara menyesatkan buat memperlihatkan kebenaran suatu teori. Maka ketiga cara dalam Geometry ini seperti sudah dijelaskan ada sangat berkenaan pula dengan caranya Ilmu Fisika & Co, bekerja: induction, dari bukti naik ke undang, deduction dari undang turun ke bukti dan verification, penglaksanaan, sesudah sesaat bertemu lagi.

Syahdan, maka penguraian tentangan INDUCTION, DEDUCTION dan VERIFICATION inilah pekerjaan yang terutama dari Logika. Inilah axis, sumbunya Logika. Berkeliling sumbu inilah roda Logika berputar-putar. Dan buat menyingkiri ulang-mengulang, maka tiadalah perlu perkara ini ktia uraikan lagi. Dengan cara Induction, diadakan undang, law, dalam Ilmu Alam & Co. Dan Undang ini mesti berdasarkan bukti yang kokoh, ialah bukti yang sudah diperamati dan diperalamkan (observation dan experiment). Semua perkara yang penting inipun yakni bukti, peramatan, peralaman dan undang sudah cukup dibicarakan. Tiada perlu pula lagi kita uraikan sekali lagi.

Walaupun kecil daerahnya Logika, karena takluk dan cuma sebagian dari daerah Dialektika-Materialistis, dan walaupun hal yang terpenting dari Logika, sebetulnya sudah diuraikan lebih dahulu, dalam pasal Ilmu Bukti dan Dialektika sendiri, masih banyak sekali sisanya Logika. Tetapi maksud saya tentulah tiada hendak menguraikan semua sisanya itu. Logika itu cuma salah satu perkara dalam “Madilog” dan seperti sudah dibilang, bukanlah perkara yang terpenting. Yang akan diuraikan pada pasal ini, cuma beberapa “puncak” yang nyata dalam barisannya sisa Logika itu. Barang siapa hendak ingin mempelajari Logika itu sepenuhnya, dipersilahkan membaca buku karangan John Stuart Mill,  A system of Logic, rationative-inductive, buku besar dari 600 muka;  Jovons (W. Stanley) The Principles of Science: A Treatise of Logic and Scientific Method, London 1874, 2 Vol XVI 463 and VII, 480 pages; Irendelenburg (ado), Logische Untersudschungen, Berlin 1840; Wondelband (W), Die Prinzpien der Logik, Tubingen 1913.  Opzoomer, De Weg der Wetenschap, Een handboek der Logica, Amsterdam 1851; Opzoomer, Het wezen der kennis, Een Leesboek der Logika, A’dam 1863. 183 blz.

Saya mengajak dengan sungguh hati seseorang murid hukum berpikir mempelajari ilmu yang berguna sekali itu. Cuma saya peringatkan lebih dahulu akan batas, yakni limit dari Logika itu.

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on 16/02/2014 in Ideologi