RSS

Category Archives: Adventure

Catatan Perjalanan Hiking, Traveling, dll

Monstero Fishing

Sekali-sekali posting gak penting…hehehe

Jadi ceritanya 2 kali mancing di Monstero Fishing Pond yang “catch and release” Sidoarjo. Kenapa memancing? nah pertanyaan inilah yang coba dijawab oleh pemilik Mostero dengan cara menempelkan poster-poster kalimat inspirasi dan filosofi mengenai pertanyaan itu tadi, yaitu mengapa memancing?

Kalau gak percaya nih aku petik salah satu posternya yang bertuliskan, “I’d rather be sitting here fishing and thinking about God. Than sitting in church but thinking about fishing”

mak jleb kan? heuheuheu.

Dibawah ini foto-foto posternya.
20150422_164926

 

20150331_134532

 

20150331_165259

20150331_165309

 

20150331_165324

 

20150331_165416

 

20150331_165502

 

PSX_20150422_1419512

 

20150422_170150

 

Hasil memancing : ikan RTC berat sekitar 15 kg, ikan Alligator sekitar 10 kg, Bawal (strike beberapa kali)

geje kan? karena sesungguhnya dari dulu begitulah hidup..geje..heuheuheu

 
Leave a comment

Posted by on 24/04/2015 in Adventure

 

Gunung Welirang

Sepertinya lagi pingin tulis-menulis berkaitan dengan traveling.

Maka mulailah saya kumpulkan semua foto dan daftar tempat yang pernah di kunjungi, yah supaya bisa diceritakan ke anak cucu kalau pernah kemana-mana, dan juga buat me review perjalanan hidup (halah). Apa aja ya? Gunung, Pantai, Tempat Perkemahan, Candi, Kota-Kota Nusantara, dll.

Intro :

Aku mulai dari Gunung Welirang saja lah, karena ini adalah gunung pertama yang didaki. Sampai puncak berkali-kali, bahkan sampai lupa berapa kali naik gunung ini. Semenjak kelas 1 SMA bahkan sampai sekarang. Mulai sampai di pet bocor doank atau sampai puncak. Mulai dari berangkat bersama rombongan yang berjumlah belasan, hingga mendaki sendirian. (ahhh…indah sekali memori-memori mendaki, maka sayang jika tidak ditulis di blog atau diabadikan dalam foto). Kebanyakan mendaki saat malam hari, karena selain menghindari panasnya matahari, juga menghindari debu.

sekilas, beginilah penampakannya :

Welirang

Data :

Gunung ini terletak di perbatasan kabupaten Malang dan kabupaten Mojokerto, dengan ketinggian kurang lebih 3.156 meter dpl (menurut wikipedia sih, hehehehe, gak pernah ngukur sendiri). Dekat dengan tempat wisata air terjun Kakek Bodo.

Ada beberapa titik pos pemberhentian jika jalur pendakiannya dimulai dari arah utara / Tretes.

1. Pos Perijinan

pos perijinan 2

Di pos perijinan ini, kita lapor dan minta ijin serta meninggalkan KTP. Di dekat pos perijinan tersebut banyak sekali hotel & villa yang disewakan, jelas saja karena hawanya yang sejuk cenderung dingin serta pemandangannya yang cukup indah di sekelilingnya. Sebelum mendaki, umumnya para pendaki istirahat dan makan di warung dekat pos tersebut, ada juga tempat penitipan sepeda motor, jadi para pendaki yang membawa motor tidak perlu risau akan motornya, kalau ngga salah parkirnya Rp.5000 per hari (itu dulu, ngga tau kalo sekarang), ada juga toilet umum di belakang pos perijinan tersebut. Dulu sewaktu masih aktif di Pecinta Alam selalu meninggalkan jejak stiker di warung-warung, hahaha…masih ada ngga ya stiker tersebut? di warung umumnya ada yang sekedar minum kopi, makan makanan berat (batu,eehh) atau kalau mau jagung bakar juga ada.

di dekat pos perijinan ada 2 hotel yang cukup besar, yaitu hotel Tanjung di pinggir jalan raya, serta hotel Surya tepat di sebelah pintu pagar gerbang masuk ke gunung Welirang.

penampakan hotel Surya :

hotel surya

Kebiasaan mendaki di gunung ini adalah start sekitar jam 19.00 WIB.

Setelah urusan perijinan dan urusan perut selesai, maka bersiap-siaplah untuk uji fisik pemirsaahhh…sebelum berangkat tentunya briefing dan berdoa dahulu, agar perjalanan kita selamat sampai di tujuan. Dulu penampakannya adalah seperti ini (entah foto tahun berapa, sudah lupa, hehehe) :

pos perijinan

Sewaktu SMA ikut organisasi pecinta alam bernama PETA ALAM 9, disinilah cikal bakal mengapa saya bisa sampai sekarang (halah..) digembleng dan ditempa oleh berbagai macam kesulitan, heuheuheu…wah kalau cerita di blog ini bisa-bisa topik gunung Welirangnya kalah panjang…hahaha…lanjuutt…

Begitu mulai start dari pos pendakian, kita akan disambut oleh pintu gerbang atau pagar (jalanan masih beraspal dari pos perijinan menuju pintu gerbang sekitar 200 meter), disinilah seolah kita akan memasuki sebuah “rumah besar” yaitu Gunung. Kalau berangkatnya sore/malam, maka nuansa akan “wuiiihhh” nya akan lebih terasa…kalau orang batak biasanya ngomong “ngeri-ngeri sedap lah itu” hahahaha…begitu memasuki pagar tersebut, maka jalan mulai berbatu dan lumayan curam, bagi yang belum pernah naik gunung maka kebanyakan mereka akan shock dengan track yang menanjak terus, apalagi yang belum pernah bawa tas carrier berat. Bisa dipastikan sampai pet bocor akan ngos-ngosan dan keringat sebiji-biji jagung.

2. Pet Bocor

Kira-kira berjalan tidak sampai 1 jam, sekitar pukul 20.00 WIB, maka kita akan sampai di Pos Pemberhentian pertama, yaitu Pet Bocor, kenapa dinamakan pet bocor? menurut pendapat pribadi dan menurut katanya…di lokasi ini ada pipa saluran air yang bocor, katanya sih itu pipa bocor tersebut dari sumber mata air yang dialirkan untuk perusahaan air minum isi ulang / kemasan. begitulah awal mula namanya Pet bocor. Yang jadi pertanyaan, apakah sekarang masih dibiarkan bocor ya?ahahaha…dan pertanyaan selanjutnya adalah, seharusnya sumber mata air tersebut jika dijaga kelestarian hutannya maka akan mengalir hingga sampai ke kota-kota dibawahnya. Namun sayangnya di monopoli, dikasih pipa, mengalir ke perusahaan-perusahaan air minum lalu begitu sampai di kota kita harus bayar atau beli air tersebut. heuheuheu.

di sekeliling perjalanan menuju pet bocor banyak terdapat kebun milik warga.

Di Pet Bocor ini ada tanah lapang yang datar, nah biasanya kita bisa mendirikan tenda disini atau sebagai camping ground. Di tempat ini juga berdiri sebuah warung, fotonya adalah seperti ini :

pet bocor

di warung ini jual gorengan, minuman hangat, dll. yang jelas ngga jual KFC atau Mcdonalds. Kalau berniat ingin mendaki sesuai schedule, biasanya di pet bocor hanya istirahat sekitar 5 menit untuk minum, itupun tidak mampir di warung. Berjalan sekitar beberapa puluh meter, maka ada bangunan semacam pos satpam yang punya portal. Entah maksud membangun pos itu untuk apa, sayang gak punya fotonya. heuheuheu…kalau sudah punya fotonya nanti akan di update, tenang saja.

3. Kop-kopan

Perjalanan dari pet bocor menuju kop kopan sekitar 3 jam. jalur mulai dari pos perijinan sampai dengan kop kopan sudah lebar dan berbatu, hal ini memungkinkan mobil jip bisa naik sampai kop kopan. mobil jip ini dipergunakan untuk mengangkut belerang dari puncak gunung yang sudah dikumpulkan oleh para pencari belerang. di kop kopan ada gubuk-gubuk sederhana, disinilah para pencari belerang mengumpulkan belerangnya untuk ditimbang dan diangkut menggunakan jip. selain kop-kopan, ada pondokan yang juga dipergunakan para pencari belerang untuk mengumpulkan belerang serta beristirahat.

Di kop-kopan ini masih ada sungai kecil dimana airnya mengalir dan bisa langsung diminum. Disini kita beristirahat dan bermalam atau langsung melanjutkan ke pondokan. Pemandangan dari kop-kopan cukup bagus, jika siang maka kita bisa melihat lumpur lapindo, jika malam hari maka akan terlihat lampu-lampu kota tretes, sidoarjo dan sekitarnya.

sedikit foto narsis di kop kopan ah :

kop kopan

224218_1022274804221_1385702_n

19158_1166744455872_6730037_n

Mobil jip pengangkut belerang :

???????????????????????????????

kalo beruntung dan diperbolehkan, bisa menumpang jip ini mulai dari pet bocor sampai ke kop kopan, hahaha…

kopkopan

jip-jip yang parkir di kop kopan.

4. Pondokan

di pos berikutnya bernama pondokan, berada pada ketinggian 2250 meter dpl (menurut wangsit). Perjalanan dari kop-kopan sampai pondokan membutuhkan waktu sekitar 4 jam. jika perjalanan menuju kop kopan tumbuhan banyak berupa semak, ilalang dan pohon yang tidak terlalu tinggi, namun perjalanan menuju pondokan pepohonan mulai rimbun dan tinggi, kadang curam kadang landai. Suhu di tempat ini berkisar 5-10 derajat celcius, biasanya kalau musim kemarau, jika malam hari akan sangat dingin sekali. Kenapa dinamakan pondokan? mungkin karena disana banyak gubuk-gubuk beratap jerami mirip suatu pondokan. Gubug ini sebenarnya dibuat untuk peristirahatan para penambang belerang. Jika sepi maka pondok-pondok ini kosong dan biasanya dimanfaatkan pendaki untuk tidur di dalamnya ketimbang mendirikan tenda. Di sekeliling pondok tersebut banyak karung-karung berisi hasil tambang belerang.

SAMSUNG DIGITAL CAMERA

Jika kalian sempat melihat para penambang belerang, maka kalian pasti akan takjub sambil geleng-geleng kepala. kenapa? dulu sempat ngobrol-ngobrol dengan mereka, setidaknya sehari mereka 2 kali ke puncak untuk mengambil belerang. dari puncak ambil belerang, ditaruh di pondokan, lalu ke puncak sekali lagi, turun ke pondokan lalu beristirahat dan bermalam.

Dan alat yang dipakai para penambang pun terbilang sederhana, dari puncak, belerang biasanya dipanggul sampai ke pondokan (karena jalan tidak memungkinkan menggunakan alat lain), setelah dari pondokan ditaruh diatas gerobak, menarik gerobak yang mempunyai berat mungkin sampai 1 kuintal! dan iya kalau jalannya beraspal, ini jalannya berbatu, naik dan turun brooo…namun sebelum bercerita ke arah sana, saya akan jelaskan sedikit apa itu belerang, belerang atau bahasa inteleknya sulfur, adalah benda berwarna kuning, banyak ditemukan di daerah pegunungan seperti welirang, ijen, dll. Belerang banyak dimafaatkan untuk campuran pupuk, insektisida, korek api, atau sabun kecantikan.

belerang

Saya pernah pengalaman yang cukup menegangkan berkaitan dengan belerang di pondokan, yaitu ketika sedang asyik-asyiknya istirahat di siang hari di dalam gubuk, teman yang membuang puntung rokok yang masih menyala keluar gubuk. Dan ternyata oh ternyata, puntung rokok jatuh di remahan belerang, tak ada asap dan tak terlihat, tapi tiba-tiba di dalam gubuk mata terasa sangat pedih, nafas seperti tercekat dan kemudian batuk-batuk. wuih benar-benar mengerikan asap beracun ini, untung kami langsung keluar dan memadamkan puntung rokok tersebut. salah-salah bisa kami semua mati keracunan gas di gubuk tersebut. heuheuheu.

2

*narsis di pondokan (tebak saya yang mana, heuheuheu..foto jaman kapan iniii ya?)

5. Puncak

Dari pondokan akan ada 2 alternatif menuju puncak, yaitu menuju puncak gunung welirang dan satunya menuju puncak gunung arjuno. karena ini tulisan judulnya gunung welirang, maka dipilih jalur menuju gunung welirang (halah). Perjalanan dari pondokan menuju puncak gunung welirang membutuhkan waktu sekitar 3 jam. ada 2 jalur bercabang, yaitu jalur penambang (lebih landai tapi memutar agak jauh) dan satu lagi jalur pendakian (berbatu dan agak curam). Jika ingin melihat matahari terbit, ada baiknya berangkat dari pondokan sekitar jam 3 pagi. Dan persiapkan air minum yang bisa diambil di sungai kecil yang mengalir di pondokan, karena jalur menuju puncak sudah tidak ada sumber mata air lagi. Airnya lumayan seger dan dingin seperti langsung ambil dari dalam kulkas.

Pemandangan di puncak sungguh sangat menakjubkan, ada banyak kawah belerang disana, berwarna kuning dan mengeluarkan asap dan bau menyengat khas belerang (disarankan memakai masker). disana kalian juga bisa melihat aktivitas para penambang belerang, puncak gunung arjuno, gunung penanggungan dll.

???????????????????????????????

7233_1203434813314_1846834_n

7233_1203438773413_1176066_n

 

 

7233_1203440093446_5538188_n

 

5653_1170984442075_4706401_n

*kalau ini foto pas jaman kelas 1 SMA, upacara dan penghormatan di puncak gunung welirang.

 

 

begitulah gunung welirang, seperti biasa, ditulis dulu ketimbang jadi draft lama,,urusan edit-edit dan tambahan belakangan. hehehehe

 
Leave a comment

Posted by on 23/11/2013 in Adventure