RSS

Premis Pancasila

06 Oct

 

Dalam sidang Judicial Review Perppu No. 2 tahun 2017 tentang Ormas, di Mahkamah Konstitusi pengacara kondang Eggi Sudjana dihadapan majelis Hakim meminta ketegasan jawaban pemerintah atas pertanyaannya terkait konsekuensi berlakunya Perppu Ormas. Menurut Eggy, jika semua yang bertentangan dengan Pancasila harus dibubarkan, maka yang bertentangan dengan sila Pertama pun harus dibubarkan, artinya agama selain Islam konsekuensinya harus dibubarkan, karena hanya Islam yang mengakui ke Esaan Tuhan, sementara agama lain tidak.

 

Pernyataan Eggi Sudjana cukup menarik untuk dibahas, karena yang pertama pernyataan tersebut dilontarkan pada Judicial Review yang membahas tentang “ormas”. Harap dibaca kembali, “Ormas”. Bukan membahas mengenai keyakinan atau agama. Sehingga pernyataan tersebut menurut saya salah tempat, karena Perppu Ormas ditujukan untuk ormas yang ingin mengganti Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara Indonesia.

Yang kedua, pengambilan premis dari Eggy kurang tepat.

Untuk itu sebelumnya kita dalami terlebih dahulu apa itu premis ?

Menurut KBBI, Premis ialah pernyataan yang digunakan sebagai dasar penarikan kesimpulan. Merupakan kesimpulan yang ditarik berdasarkan premis mayor dan premis minor. Subjek pada kesimpulan itu merupakan term minor. Term menengah menghubungkan term mayor dengan term minor dan tidak boleh terdapat pada kesimpulan.

Mari kita kutip pernyataan dari Eggi.

“Karena Kristen Trinitas, Hindu Trimurti, Buddha setahu saya tidak punya konsep Tuhan, kecuali apa yang diajarkan Siddhartha Gautama. Maka saya sudah ingatkan tadi, konsekuensi hukum jika Perppu diterima dan berkekuatan hukum tetap dan mengikat, maka konsekuensi hukumnya ajaran selain Islam harus dibubarkan,” kata Eggi.

Saya coba menyelami logika pemikiran Eggi, kira-kira begini :

  1. Pemerintah bisa membubarkan suatu ormas jika ormas tersebut mempunyai ideologi bertentangan dengan Pancasila. Dalam sila pertama dari Pancasila adalah “Ketuhanan yang Maha Esa”
  2. “Esa” jika didefinisikan pada KBBI adalah satu atau tunggal. Maka definisi sila pertama adalah Tuhan yang satu atau tunggal.
  3. Sehingga jika ada ormas yang tidak mengakui ke”tunggal”an Tuhan maka konsekuensinya adalah Pemerintah juga harus membubarkan agama yang juga tidak mengakui ke”tunggal”an Tuhan, bukan hanya ormas saja. *lompatan logika yang emijing banget.
  4. Menurut pemahaman Eggi, tiada agama selain Islam yang mengakui ke”Esa”an Tuhan. “Karena Kristen Trinitas, Hindu Trimurti, Buddha setahu saya tidak punya konsep Tuhan, kecuali apa yang diajarkan Siddhartha Gautama. Maka saya sudah ingatkan tadi, konsekuensi hukum jika Perppu diterima dan berkekuatan hukum tetap dan mengikat, maka konsekuensi hukumnya ajaran selain Islam harus dibubarkan,” kata Eggi.
  5. Eggi mendesak agar Perppu Ormas tidak diberlakukan. “Jadi jangan salah paham dengan saya. Justru saya berjuang untuk toleransi tersebut yang dihilangkan dengan berlakunya Perppu Nomor 2 Tahun 2017 itu,” kata Eggi.

Sekilas logika premisnya memang betul, tapi mari kita kupas dengan detail dimulai dari pertanyaan yang muncul di kepala saya.

  1. Pancasila itu ideologi negara ataukah ideologi agama?
  2. Jika kita mengikuti premis seperti yang dipahami oleh Eggi pada sila pertama yang  ditafsirkan hanya sebagai Tuhan yang tunggal, maka turunan dari Pancasila yaitu undang-undang dasar 1945 yaitu pasal 28(E) ayat 1 dan pasal 29 ayat 2 akan saling bertentangan.  Dasar hukum yang menjamin kebebasan beragama di Indonesia ada pada konstitusi kita, yaitu Pasal 28E ayat (1) UndangUndang Dasar Tahun 1945 (“UUD 1945”): … Selanjutnya Pasal 29 ayat (2) UUD 1945 juga menyatakan bahwa Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduknya untuk memeluk agama. Harusnya dari awal negara dibentuk sudah melarang agama selain agama Islam karena tidak mengakui ke”Esa”an Tuhan. Bagaimana dong Pak Eggi? Bisa menjawab pertanyaan saya? Pancasila kok bertentangan dengan UUD 1945? Berarti para pendahulu kita salah merumuskan Pancasila dan UUD 1945? Ataukah yang merumuskan adalah non muslim? oh tidakkkk!!! Pasti mereka PKI, pak!!!!
  3. Kalau saya browsing di Wikipedia (https://id.wikipedia.org/wiki/Pancasila) disitu dijelaskan mengenai butir-butir pengamalan Pancasila. Saya coba tuliskan ulang disini.

    Berdasarkan Ketetapan MPR No.II/MPR/1978

    Ketuhanan Yang Maha Esa
    1. Percaya dan Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
    2. Hormat menghormati dan bekerja sama antar pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup.
    3. Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya.
    4. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain.

    Bisa dipahami sampai disini Pak? do you feel me, Brother? Disitu tertulis Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing lo! Bukan menurut pemahaman Bapak saja.

  4. Apakah bisa Perppu Ormas digunakan Pemerintah untuk membubarkan suatu agama? Sedangkan Pemerintah sendiri dalam UUD 1945 menjamin kebebasan beragama setiap penduduknya tanpa ada diskriminasi.
  5. Pancasila itu serapan dari bahasa apa ya pak? Baik, saya coba jelaskan meskipun pengetahuan saya juga terbatas seperti Bapak. (Tapi untunglah sedikit terbantu dengan Google). Menurut Wikipedia ternyata oh ternyata serapan dari Bahasa Sansekerta lo pak, kalau mau adu ngotot argumen bisa saja pemeluk Hindu mengklaim Pancasila adalah produk ajaran agama Hindu, terlebih lagi kalau Pak Eggi perhatikan lebih jeli lagi pada simbol Garuda Pancasila ada tulisan “Bhinneka Tunggal Ika”. kata tersebut adalah moto atau semboyan bangsa Indonesia. Frasa ini berasal dari bahasa Jawa Kuno yang artinya adalah “Berbeda-beda tetapi tetap satu”. Tahu tidak pak kalimat Bhinneka Tunggal Ika itu berasal dari mana? Nih pak saya coba kasih tahu, Bapak gunakan jempol bapak untuk browsing lewat handphone, lalu ketik “Bhinneka Tunggal Ika”, pilih yang dari website Wikipedia. Nah disitu ada penjelasan detailnya. Bapak jangan keliru klik website penyebar hoax lo ya. Apa? Bapak malas menggunakan jempol untuk browsing dan membaca? ya sudah saya tuliskan ulang dari Wikipedia.
  6. Kutipan Bhinneka Tunggal Ika berasal dari sebuah kakawin Jawa Kuno yaitu kakawin Sutasoma, karangan Mpu Tantular semasa kerajaan Majapahit sekitar abad ke-14.pupuh 139, bait 5. Bait ini secara lengkap seperti di bawah ini:

    Rwāneka dhātu winuwus Buddha Wiswa,
    Bhinnêki rakwa ring apan kena parwanosen,
    Mangka ng Jinatwa kalawan Śiwatatwa tunggal,
    Bhinnêka tunggal ika tan hana dharma mangrwa.

    Terjemahan:

    Konon Buddha dan Siwa merupakan dua zat yang berbeda.
    Mereka memang berbeda, tetapi bagaimanakah bisa dikenali?
    Sebab kebenaran Jina (Buddha) dan Siwa adalah tunggal
    Terpecah belahlah itu, tetapi satu jugalah itu. Tidak ada kerancuan dalam kebenaran.

     

    Astaga Pak Eggi? ternyata kutipan Bhinneka Tunggal Ika berasal dari jaman kerajaan Majapahit lo pak! Jaman kerajaan Majapahit waktu itu mayoritas beragama Hindu dan Budha. Jadi gimana pak? Apakah para pendahulu yang merumuskan ideologi Pancasila beragama Islam atau Hindu ataukah Budha?

Premis dalam membuat pernyataan pada saat Judicial Review sudah dipikir dengan matang belum, Pak Eggi?

Kalau pengetahuan masih terbatas mengenai keyakinan dan agama lain, mohon jangan langsung membuat pernyataan yang bisa memecah belah persatuan bangsa. Lebih baik ke warkop, ngopi tipis-tipis sesekali ngobrol dengan rekan-rekan yang berbeda keyakinan, atau membaca buku atau kitab keyakinan agama lain. Jika khawatir membaca atau ngobrol dengan rekan yang berbeda keyakinan dapat mengganggu akidah maka ada baiknya bapak mempelajari keyakinan bapak terlebih dahulu. Contohnya petikan kalimat yang ada di bawah ini yang saya dapat dari internet :

 

Padahal ini saya mau tulis konsep ketuhanan menurut Hindu sesuai dengan kepercayaan saya sekarang. Tapi kayaknya kepanjangan dan sepertinya sudah pernah saya posting.

Saya jadi berangan-angan kalau dulu Ahok menista 1 agama hasilnya adalah bui selama 2 tahun, jika semisal nanti Eggi dilaporkan oleh 4 agama sekaligus mungkin bisa jadi ancamannya adalah bui selama 8 tahun.

*Saya jadi sedikit tersenyum karena keterangan pada video tersebut disebutkan bahwa Eggi Sudjana adalah pengacara kondang.

Advertisements
 
3 Comments

Posted by on 06/10/2017 in Terapi

 

3 responses to “Premis Pancasila

  1. kutukamus

    02/12/2017 at 07:40

    Ini postingan apa, Saudara NHG?! Biarpun situ mungkin bener, lha saya yang biasa ngomong ngaco nggak karu-karuan ini mana bisa ngerti kalo bahasannya masif, sistematis dan terstruktur kayak gini?? Pokoknya saya protes!!

    ttd
    Tengik Durjana

     
    • nyoemhokgie

      06/12/2017 at 07:22

      Ini postingan hasil dari utak-atik gatuk, dimana utak-atik tersebut diperbolehkan dalam Pancasila dan UUD 1945 ayat-ayat cinta, yang mengatakan, “segala warga negara Indonesia berhak utak-atik dan menjalankan logika absurdnya dan dijamin oleh negara”
      🙂

       
      • kutukamus

        06/12/2017 at 07:47

        Heran juga.. Joni Runyem dll (termasuk dari dunia lain seperti si Suka Nyuri, yang konon untouchable) sudah pada dikelitikin.. Eh yang macem Tengik Durjana masih aja.. Yah, semoga menyusul tercyduk.. :mrgreen:

         

Comment Please

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: