RSS

Naruto Dan Ketidakpedeean Bangsa Kita

18 Jun

Aku curiga, sepertinya serial manga Naruto penciptanya adalah orang Jawa. Penciptanya bukan bernama Masashi Kishimoto, tapi keturunan ningrat Jawa bernama Raden Mas Ashi Prijatmoto Buwono XXI, namun untuk menyamar dan supaya laris filmnya akhirnya dia memakai nama samaran yang kejepang-jepangan supaya tidak dicurigai oleh serdadu ketika Jepang menjajah Indonesia. Figur Naruto sebenarnya bernama asli Narto, Cucunya Aki namun diubah menjadi Uzumaki Naruto. Gurunya bukan bernama Kakashi, tapi Kak Asih.

Alur cerita sebenarnya bermula ketika rubah berekor sembilan lahir di tengah hutan wilayah desa KokNgonoHa. Berita kelahiran rubah aneh yang berekor sembilan tentulah membuat heboh seluruh penduduk desa. Warga desa memberinya nama Kurama yang berarti “kurang makan” mengingat dilihat dari tubuhnya ketika lahir yang kurus kering seperti binatang KURAng MAkan. Banyak desas-desus yang berkembang di lingkungan bahwa Kurama sebenarnya adalah manusia jadi-jadian yang memiliki kekuatan gaib yang bisa berubah wujud menjadi rubah, Kurama sangatlah jahat karena sering menculik anak-anak kecil di malam hari yang tidak mau pulang ke rumah karena keasyikan bermain. Jika seorang anak diculik oleh Kurama supaya anak tersebut bisa kembali maka seluruh penduduk desa akan membuat keramaian dengan cara memukul-mukul dan membunyikan suara dari peralatan dapur sambil berkeliling desa berharap suara-suara berisik dari panci, sutil, dandang, wajan, dll membuat takut makhluk rubah itu kemudian mengembalikan anak yang diculiknya itu.

Terkadang jika Kurama bokek, dia akan bekerjasama dengan istrinya untuk mencari hepeng. Hepeng adalah mata uang yang dipakai di jaman dahulu, bentuk hepeng sama seperti uang koin jaman kejayaan Majapahit, kalau orang Bali menyebutnya “Pis Bolong”. Ketika bekerjasama, tugas dari istri Kurama adalah menjaga lilin tetap menyala ketika Kurama mencari hepeng. Jika Kurama ketahuan warga desa sedang mencuri maka si istri wajib meniup dan mematikan lilin supaya si suami lekas menghilang dan berubah kembali normal menjadi manusia. Kalau si istri tidak lekas atau terlambat meniup lilin ketika Kurama ketahuan mencuri maka Kurama akan menjadi rubah untuk selamanya dan tidak bisa kembali lagi menjadi manusia.

Karena sering membuat ulah yang meresahkan warga desa, maka kepala desa yang berasal dari Minang bernama Mina Ato Nami Aje, beliau adalah kepala desa ke-4, menyegel dan mengunci kekuatan Kurama ke dalam tubuh anaknya sendiri yang bernama Narto. Mina sebelumnya bertarung dengan sengit melawan Kurama, namun karena kehebatan jurus Mina yaitu Halimun (dalam cerita Narto Halimun diubah dalam bahasa Jepang yaitu genjutsu) berhasil memperdaya Kurama, lalu dengan ajian pamungkas tapak sakti gembok geni 212 berhasil mengunci kekuatan Kurama ke dalam tubuh Narto yang masih kecil hingga meninggalkan bekas tato di perut berupa aksara jawa yaitu tulisan hanacaraka.
Untuk melakukan jurus pamungkas tapak sakti gembok geni 212 membutuhkan tumbal yaitu nyawa Mina itu sendiri. Sangat lazim di dunia perklenikan Jawa bahwa jika ingin menguasai suatu jurus maka akan membutuhkan tumbal, seperti misalnya jurus pesugihan maka pasti akan membutuhkan tumbal, entah tumbalnya adalah nyawa dari keluarga terdekat atau nyawa pemilik jurus itu sendiri. Maka dari itu Mina telah menjadi tumbal dari jurusnya sendiri sehingga membuat Narto tumbuh menjadi anak yatim-piatu.

12 tahun telah berlalu dan Narto tumbuh menjadi ABG yang cukup labil, di sekolah dia selalu jahil sehingga sering dipanggil guru BK karena kenakalannya tersebut. Narto sering membroadcast berita-berita hoax lewat socmed, menyebarkan kebencian, menistakan kepala desa, hingga menjadi pengikut komunis yang sangat dibenci warga. Namun berhubung Narto anak yatim piatu akhirnya dia selalu lolos dari hukuman.

Narto selalu merasa dianggap sebagai anak aneh oleh teman-temannya karena ada monster rubah di dalam dirinya. Dia jarang beribadah, suka main petasan, menipu temannya dengan jurus menggandakan dirinya menjadi banyak. Jurus duplikat dia pelajari sewaktu berguru pada Kanjeng Dimas Taat Pribadi. Sayangnya gurunya terlena oleh kenikmatan sesaat dan lebih memilih menggandakan hepeng ketimbang menyelamatkan dunia.

Kesimpulan dari cerita Narto tersebut, janganlah mudah terperdaya oleh manga Jepang yang berjudul Naruto itu, karena sebenarnya cerita tersebut adalah cerita asli Indonesia dari tanah Jawa yang berjudul Narto, namun karena kelicikkan Jepang mereka telah memutarbalikkan fakta maka kita semua tertipu. Jas Merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah, kawan-kawan. Jepang telah menjajah kita selama 3,5 tahun dengan sangat keji. Mereka ternyata juga telah mencuri ide asli cerita bangsa kita. Jangan sampai akidah kita menjadi dangkal, saudara-saudara. #Nasionalisme harga mati! #SayNoToNaruto! #AksiBelaNarto

Lalu bagaimana kelanjutan kisahnya? Mari kita selamatkan budaya asli kita sendiri dengan cara rajin beribadah, membaca buku sejarah, dan memperbanyak makan micin supaya tidak gampang dibodohi.

Advertisements
 
2 Comments

Posted by on 18/06/2017 in Terapi

 

2 responses to “Naruto Dan Ketidakpedeean Bangsa Kita

  1. Suci Su

    19/06/2017 at 18:29

    A-N-J-A-Y
    Ada benarnya juga. Merdeka. Mereka bukan saudara tua. Mereka penjajah. Merdeka!
    πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

     
    • nyoemhokgie

      19/06/2017 at 22:14

      Merdekaa…
      Pegupon omahe doro
      Melu Nippon tambah soro

       

Comment Please

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: