RSS

Dendam

09 May

Bagaimana jika nanti muncul dendam, bara dalam sekam.

Bersiap menuntut balasan jika musuh terpeleset dan terjungkal.

Seperti burung hantu mengintai buruan.

Bagaimana jika calon pemimpin hebat Indonesia dilahirkan pada orang tua yang berbeda keyakinan dengan kita? Apakah itu berarti kita telah menghancurkan impian dan masa depan mereka, masa depan kita semua?

Siapakah yang paling senang?

Dunia sudah terlalu kompleks. 

Seorang muslim bisa lahir dari ayah Kristen dan Ibu Islam.

Seorang Kristen bisa lahir dari keluarga besar Budha.

Seorang Hindu bisa lahir dari masyarakat Kejawen.

Seseorang bisa lahir dari Ayah keturunan Tionghoa dan Ibu Padang.

Mayoritas agama seseorang adalah karena keturunan dan pernikahan, hanya sedikit yang berdasarkan pilihan (meskipun sering mengalami tekanan)

Semua suku dan ras seseorang adalah mutlak kuasa Tuhan, seorang bayi tidak bisa memilih lahir pada rahim ibu Israel atau rahim ibu Palestina.

Kasihan mereka yang lahir berada di lingkungan multi agama dan multi etnis. Kehidupan yang awalnya tentram kini berubah menjadi mencekam. Dipaksa memihak. “Kau ikut aku atau ikut mereka?”

Hubungan antara manusia sudah terlalu kompleks. Memisahkan seseorang berdasarkan SARA hanyalah sia-sia belaka.
Membuatnya menjadi polemik adalah lelucon yang tidak lucu sama sekali. 

Berdebat siapa yang ajarannya paling benar dan siapa yang paling murni ras nya? Hahaha…

Bertanyalah kepada hutan dan segala macam isinya, mereka pasti juga sama seperti saya mentertawakan kita semua.

Siapakah yang paling senang ketika dunia sedang tergoncang?

Pepatah dari negeri Afrika berkata, “ketika 2 ekor gajah bertarung, maka yang paling tersiksa adalah rumput yang terinjak-injak”.

Semoga setelah semua liku politik di negeri ini tidak menumbuhkan dendam, bara dalam sekam.
Semoga tidak ada saling lapor apalagi bogem dan popor.

Meskipun peraturan dan pengecualian menghasilkan pasal karet yang molor

‘Atas nama Tuhan dan keyakinan” menjadi senjata mematikan karena sulit diklarifikasi kepada yang bersangkutan.

Karena Tuhan tidak akan pernah hadir secara fisik dalam persidangan dan keyakinan justru saling beradu siapa yang masuk surga duluan.

“Monggo silahkan masuk surga, tapi satu syarat pasti jika kamu mau surga adalah harus mati duluan”

Spesies manusia adalah hewan yang berada di atas puncak rantai makanan. Jangan sewenang-wenang. Karena bisa saja suatu saat nanti semesta akan membalikkan itu semua.

Spesies manusia memberikan ajaran kehidupan setelah kematian. Berbeda dibanding spesies hewan kebanyakan.

Gandhi seolah mengingatkan kepada kita, “jika mata dibalas oleh mata, maka dunia akan penuh dengan orang buta”

Nelson Mandela seolah mengingatkan kepada kita, bahwa kemenangan menentang apartheid tidaklah mudah.

Jangan sewenang-wenang. Jangan ada dendam. Jangan membenci apa yang tidak kita mengerti, karena benci terhadap apapun dan siapapun tanpa terkecuali bukanlah sifat orang dalam kebaikan.

inner peace…inner peace

Advertisements
 
2 Comments

Posted by on 09/05/2017 in Terapi

 

2 responses to “Dendam

  1. adalahnol

    10/05/2017 at 22:19

    inner peace…

     

Comment Please

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: