RSS

Hujan Tak Selalu Puitis

27 Jan

Tanah berubah aspal, paving, keramik dan batu pualam

Air hujan berkah dari Tuhan

Tak meresap ke dalam bumi, anak kandung dewi Laksmi

Air hujan berkah dari Tuhan justru digiring mengalir nyinyir pada saluran-saluran kelam

Air kembali ke lautan tanpa kesempatan melegakan dahaga tumbuhan

Rumah, hotel, gedung perkantoran menghisap habis air tanah

Tumbuhan semakin kehausan

Tanah turun perlahan menuju neraka jahanam

Apapun yang menancap di atas tanah tenggelam

Karma air hujan menuntut balas

Kepala-kepala dungu diguyur dengan deras

Suatu saat nanti air tak lebih mahal dibanding minyak

Orang-orang akan berebut bahkan memalak

Ingatlah itu kisanak!

Semua yang di bumi di dapat dengan gratis

Manusia serakah membuat kita harus membeli dan membayar mahal

Membeli dan membayar dengan nyawa tuan-tuan sekalian!

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 27/01/2017 in Terapi

 

Comment Please

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: