RSS

Balada Serigala-Domba-Hyena

11 Nov

Ketakutan sewajibnya dipelihara.

Agar peluru dan senjata berubah menjadi malaikat penjaga.

Domba-domba berbaris digiring serigala-serigala kelaparan.

Mengembik-mengembik!

Menyalak-menyalak!

Tadi pagi di padang rumput lembah kaki gunung Waikuntha, serigala-serigala fasis merapatkan barisan berseragam bulu agama.

Mengumpulkan semua domba dungu dalam kandang ilusi keyakinan.

Serigala berkutbah tentang keagungan vegetarian padahal mulut dan taringnya belepotan darah dan tinja.

Mereka berkutbah bahwa padang rumput para domba telah diinjak-injak oleh Hyena.

Padang rumput yang selama ini menghidupi dan dipercaya padahal dimanipulasi oleh para serigala.

Serigala yang tanpa pikir panjang mengunyah domba jika perut mereka lapar.

Serigala-serigala berkata, “berontaklah, angkat palu dan arit kalian! Hyena telah melecehkan serta semena-mena menggusurmu dari padang rumput tanah kelahiranmu sendiri”

“Embekkk…embeekk”, pekik para domba sambil mengepalkan tangan dan mengacungkan arit.

Darah para domba mendidih, berdesir terperangkap permainan para serigala.

“Benar juga apa yang telah dikatakan Serigala”, timpal salah satu domba.

“Kita selama ini dizolimi, satu persatu dari kita menjadi korban gigitan Hyena”, yang lain ikut menimpali.

Para domba merasa harga diri mereka terinjak-injak oleh Hyena yang kasar, arogan dan terkesan tak tahu tata krama.

Singkat kata, padang rumput yang subur, indah nan hijau berubah menjadi medan Kurusetra.

Semuanya berbaris, para domba berhadapan langsung dengan Hyena, siap bertarung habis-habisan.

Sementara itu serigala-serigala dengan wajah aslinya menyeringai di balik meja kekuasaan, mereka berpikir para domba hasil hasutan mereka pasti akan menang. Karena hukum rimba di sini suara terbanyaklah yang menang tak peduli suara yang banyak itu benar atau salah. Kalau kau tidak percaya coba kau tengok negara Amerika yang memilih Donald Trump.

Bagaimana?

Menarik untuk kita simak bagaimana nanti akhir dari cerita ini, akankah nanti sejarah fasisme akan terulang?

Advertisements
 
5 Comments

Posted by on 11/11/2016 in Terapi

 

5 responses to “Balada Serigala-Domba-Hyena

  1. kang nur

    11/11/2016 at 20:58

    seperti itu ya hasil dari prodok demokrasi

     
    • nyoemhokgie

      12/11/2016 at 04:12

      Mau Monarki, Tirani, Aristokrasi, Oligarki, Demokrasi, Okhlorasi, pastinya teori mengenai pemerintahan negara memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun sejauh ini demokrasi masihlah sistem pemerintahan yang manusiawi karena setiap manusia memiliki hak yang sama di mata hukum pemerintahan tak peduli ia lahir miskin atau kaya, sipit atau mata belok, yang ateis, agamis hingga komunis. Setiap manusia diberi kesempatan yang sama untuk berkembang dan mengekspresikan apa yang mereka rasakan. Tulisan ini contohnya.
      Akan menarik jika mempelajari teori perkembangan sistem pemerintahan negara oleh Polybius, ada sebuah siklus mengenai pemerintahan negara, ya seperti yang saya sebut di atas tadi.

       
  2. Suci Su

    11/11/2016 at 21:33

    Sampai kapan serigala-serigala itu bisa menyeringai dari balik meja kekuasaan? Akankah hyena berhasil membalikan keadaan? Apakah domba akan tetap jadi domba yang mudah diadu domba?
    Lalu adakah hubungan donald trump dengan donald bebek?
    Wkwkkw. 😁

     
    • nyoemhokgie

      12/11/2016 at 04:01

      Ternyata diluar dugaan, di tengah gerimisnya malam, Serigala dan Hyena malah saling jatuh cinta. Meskipun hubungan berbeda spesies mereka ditentang oleh banyak orang, mereka seakan tak peduli. Karena jatuh cinta ibarat tahi kucing rasa coklat almond. Mereka kemudian malah bersekongkol untuk merebut harta warisan para domba.
      Para domba menyimpan hartanya di gudang uang koin paman Gober, maka dari itu Donald Trump merayu Donald Bebek untuk menunjukkan dimana letak gudang uang paman Gober. Tak disangka pembicaraan antara Donald Trump dengan Donald Bebek didengar oleh Mr. Krab, seperti yang kita ketahui bersama jika mendengar uang atau uang koin maka pendengaran Mr. Krab tiba-tiba menjadi tajam setajam silet. Mr. Krab lalu meninggalkan Bikini Bottom untuk mempersiapkan segala sesuatunya menuju gudang uang koin paman Gober.
      Setelah sampai di gudang uang, Mr. Krab bertemu Donald Trump dan Donald Bebek. Mereka bertiga berusaha masuk ke dalam gudang tsb. Ternyata gudang tsb di password dan celakanya mereka tidak tahu apa passwordnya. Yang memgetahui password tersebut adalah pimpinan para domba yang bernama Shaun the Sheep, sedangkan Shaun the Sheep sendiri keberadaannya masih misteri hingga sekarang semenjak hari raya Idul Adha terakhir. Entah apakah Shaun the Sheep menjadi anak yang tertukar oleh kambing sehingga nasibnya berakhir di tusukan sate ataupun kuali gule.

       
      • Suci Su

        12/11/2016 at 13:43

        Anjay. Anjay. Anjay.
        (Anjaynya harus tiga kali)
        Ngakak parah. Bisa saling berhubungan gitu. Hahaha.
        Keren keren.. 👏👏👏
        Mungkin shaun the sheep sedang terjebak di dunia paralel. Dia sedang memakai kostum serigala, jadi dia adalah domba berbulu serigala. Namun hyena tidak menyadari hal itu. Harta warisan yang diincar sebenarnya milik domba berbulu serigala itu sendiri. Tapi dia sedang menguji kesetiaan si hyena. Padahal semua sudah menjadi milik hyena dan domba berbulu serigala jika mereka tetap bersama.
        Dimana serigala? Serigala sedang bersekongkol dengan plankton untuk merebut resep kraby patty tuan krabs selagi tuan Krab menuju uang koin paman gober.
        Namun spongebob selalu menjaga resep itu. Tapi serigala tak hilang akal, dia punya link orang dalam seperti pada kebanyakan orang yang memegang kendali kekuasaan. Squidward ditawari uang yang banyak untuk menghasut spongebob dan para pembeli kraby patty. Pattrick sebenarnya tahu akan hal ini, tapi dia merasa terlalu bodoh untuk mengungkapkannya sendirian. Sedangkan si Sandy yang pintar tidak terlalu peduli dan sudah nyaman dan asyik dengan dunianya sendiri.

         

Comment Please

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: