RSS

Tuan Kembara

19 Sep

Pernahkah pikiran kalian melayang, mengembara dari satu topik ke topik lainnya dengan begitu cepat hanya dalam hitungan menit atau detik?

Tuan Kembara

oleh : I Nyoman Sunartha, 19 September 2016

Pikiran melayang, mengembara atau berkelana dari satu topik ke topik lainnya sudah menjadi kebiasaan yang aku lakukan terutama ketika mengendarai sepeda motor. Mulai dari topik yang berat-berat seperti politik hingga topik absurd yang mungkin kalau dipikir-pikir ngapain dipikir juga kali ya toh gak ada manfaatnya. Dan ajaibnya perpindahan dari topik ke topik lainnya ini hanya membutuhkan waktu yang amat singkat meskipun topik tersebut tak berkaitan sama sekali.

Saat berangkat kerja di pagi hari, seperti biasa aku geber motorku dari rumah Surabaya menuju kantor Sidoarjo yang memakan waktu sekitar 1 jam. Waktu 1 jam adalah waktu yang tergolong cukup lama jika aku gunakan hanya untuk memutar tuas gas, menginjak rem dan sesekali melirik wanita-wanita aduhai berangkat kerja. Maka waktu yang cukup lama tersebut di”intervensi” oleh otakku yang nganggur ini untuk memikirkan hal-hal absurd.

Contoh, topik yang absurd. Berdosakah kita jika kita tidak sengaja melindas tikus di jalan sampai mati? Penyet..nyet…hingga ususnya terburai…Bagaimana jika tikus tersebut adalah seorang bapak yang mempunyai keluarga? Pasti keluarga mereka sedang menunggu di rumah dengan cemas. Tak ada kabar, di telepon gak diangkat, di-sms gak di balas, lalu mereka berpikir, “Jangan-jangan bapak kita diculik oleh intelijen karena sering demo kepada manusia untuk menolak jebakan-jebakan tikus yang tidak berperike-Tikus-an itu?”

Bapak tikus memang semasa hidupnya sering mendemo spesies manusia yang menggunakan jebakan-jebakan beraneka ragam mulai dari jebakan kurungan besi, jepretan, lem hingga racun arsenik yang dicampur ke dalam kopi.

“Mbok ya kalau untuk mengontrol pertumbuhan kami sebagai tikus sebaiknya diikutkan program KB seperti yang kalian lakukan pada spesies kalian sendiri”

“Kan kalian sebagai manusia bisa mengedukasi spesies kami dengan berbagai macam variasi KB, seperti misalnya : senggama terputus, pantang berkala (sistem kalender), kondom, diafragma (flat spring, coil spring, arching spring), KB suntik, dan lain sebagainya”

“Kami ini juga makhluk hidup yang mempunyai hak hidup di atas muka bumi ini”

“Tuhan menciptakan semua spesies berpasang-pasangan, laki-laki dengan perempuan, tikus jantan dengan tikus betina”, begitu kira-kira orasi bapak Tikus ketika memimpin ribuan tikus berdemonstrasi di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat.

Ketika aku melirik jam tanganku dan menghitung berapa lama pikiran absurd tersebut melayang di otak ternyata, ajaib! Hanya 2 menit, dan kemudian berganti topik lain.

Topik lain itu muncul seperti biasa dimulai dengan pertanyaan, “Bagaimana jika di suatu planet lain ada alien yang untuk mempertahankan spesiesnya tidak perlu bereproduksi atau harus mengurus persiapan pernikahan, sewa gedung, catering, undangan, make up, tempat honeymoon ataupun persiapan malam pertama?” Jadi bisa saja alien ini berkembang biak dengan cara membelah diri seperti amoeba dan makhluk-makhluk bersel satu pada umumnya. Sehingga tetangga-tetangga si alien tersebut tidak pernah bertanya,”Kapan nikah?” “Mana calonnya?”, dsb seperti yang dilakukan spesies manusia yang bersifat kepo dan sok peduli. Jadi mereka bertanya,”Kamu kan sudah dewasa dan berumur, nak Nyo. Jadi kapan membelah diri?”

“Nah pertanyaan gitu kan lebih enak didengar”, pikirku

sett…sett..

Tiba-tiba otakku berganti topik lain lagi yang agak serius.

“Mengapa semua kitab suci berbagai agama di bumi ini tidak ada satupun yang membahas soal dinosaurus?”

“Berbagai agama membahas tentang awal dan akhir dari alam semesta, terciptanya manusia, dan lain sebagainya. Tapi kenapa tidak ada yang membahas tentang spesies dinosaurus?”

Hewan segede gaban gitu dan berbagai bukti fosil sudah ditemukan oleh para arkeolog sejak puluhan tahun yang lalu tapi kok 1 ayat di berbagai kitab pun tak ada yang menuliskan riwayat dinosaurus. Seolah-olah ada periode tahun yang hilang yang manusia lupa tuliskan ke dalam kitab suci.

Ciiittttt….aku menginjak pedal rem kencang-kencang karena ternyata ada kucing menyeberang tidak lihat kiri-kanan.

“Sialan tuh kucing, gak pernah sekolah apa? sudah tahu tidak ada zebra cross dan arus lalu lintas begitu padat, kok ya gak mikir keselamatannya?” aku bergumam dalam hati.

Aku melanjutkan perjalanan kembali dengan jantung sedikit berdebar karena saat menginjak pedal rem tadi hampir saja aku tergelincir.

Kemudian tak berapa lama di depanku ada mobil yang menurutku tidak terlalu mewah, hanya saja sepertinya si pemilik ini rajin merawat dan memodifikasi mobilnya. Mobil itu bermerk Honda Brio. Aku lihat plat nomernya unik. “N 45 i” kemudian di bagian bulan dan tahun plat nomer tersebut ditulisi “goreng”. Jadi kalau plat nomer tersebut dibaca menjadi “Nasi Goreng”.

Aku pun berpikir mungkin si pemilik mobil ini sangat bangga dengan pekerjaannya sebagai penjual nasi goreng sampai-sampai pesan nomer cantik segala. Padahal untuk pesan nomer cantik pada plat nomer itu tidak murah lho.

Aku pernah ditawari dealer mobil, waktu itu ditawari untuk membayar sekitar 6,5 juta untuk nomor yang saya inginkan. Namun mendapat kombinasi nomor dan huruf yang sesuai dengan keinginan agak sulit. Soalnya, bisa jadi nomor yang dikehendaki sudah ada yang memakai. Untuk mengetahui nomer yang kita inginkan tersebut biasanya akan dicek ke samsat, apakah ada nomor yang masih belum dipakai atau tidak. Harga kombinasi 4 digit tentunya berbeda dengan harga kombinasi 2 digit. Seperti misalnya : “G 1990 LO” tentunya akan berbeda harganya dengan plat nomer 2 digit “T 43 K”..

Saya begitu heran dengan obsesi, gengsi dan ego orang-orang Indonesia. Sejatinya rakyat Indonesia ini kaya atau miskin sih? untuk plat nomer yang hanya dipakai selama 5 tahun saja sampai rela bayar, toh manfaatnya cuman buat pamer, gengsi atau lebih mudah diingat.

Kalau aku sih bodo amat, mau plat nomermu “B 121 AN” supaya bisa dibaca Brian mah bodo amat wong namamu lo “Juki”

ah tak terasa sudah sampai kantor…kapan-kapan tak tulis lagi cerita absurd lainnya.

 

 

Advertisements
 
5 Comments

Posted by on 19/09/2016 in Terapi

 

5 responses to “Tuan Kembara

  1. cinta1668

    19/09/2016 at 15:23

    berperike-tikus-an 🙂
    Lucu lucu

     
  2. penulismalas

    21/09/2016 at 18:17

    astagaa ada yaa plat kalo dibaca Gigolo, wkwkwk

     
    • nyoemhokgie

      21/09/2016 at 18:35

      Serius ada…aku masih mencatat di otakku plat-plat nomer aneh bin ajaib yang aku temui di jalanan…wkwkwkk

       
      • wulanprasojo

        23/09/2016 at 13:38

        Ahahahaa.. sempat ya kamu nginget-nginget. Salut.

         

Comment Please

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: