RSS

Pustaka Hujan

04 Sep

Menyalakan pustaka meluruh gulita

Literasi makanan untuk ego diri sendiri

Mengapa menjadi tak adil begini?

Aku berbicara pada hujan

Agar ia sudi menitikkan air matanya

Supaya bunga menjadi mekar, katak bernyanyi dan ikan beranak-pinak

Namun hujan membawa serta temannya badai dan kilat

Lalu literasi pun berbondong-bondong menulis tentangmu, hujan!

Tentang dirimu yang sendu dan selalu membuat pecandu cinta melamun di balik jendela

Tentang anak manusia yang selalu menangis di bawah guyuran

Tentang air matamu yang menggenangi rumah-rumah orang pinggiran

Tentang genangan buku_buku sekolah yang hancur mejadi bubur

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 04/09/2016 in Terapi

 

Comment Please

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: