RSS

Gabin

23 May

Lama sekali aku tidak menulis tentang logika emakku yang nyeleneh dan cenderung absurd. Salah satunya yang mau aku tulis ini. Tentang biskuit gabin. Biskuit ini selalu menjadi andalan camilan buat bapak sewaktu minum kopi di sore hari. Nah, karena camilannya cenderung monoton selama beberapa bulan ini dan cenderung tidak ada improvisasi maka proteslah aku.

“Bu, kok camilannya gabin terus? Bosen. Mbok ya beli yang lain”.
“Masak setiap buka toples isinya gabin”

“Loh gabin itu enak, nak”

“Enak sih enak, tapi kalo terus-terusan ya bosen. Makan gabin emang negara ini lagi perang?”
“Lama-lama kepalaku jadi kotak kayak gabin”

“Gakpapa dimakan aja, selain enak gabin itu awet bisa sampe berhari-hari, jadi gak boros”
“Hidup itu jangan boros, susah-susah kerja nyari uang yo jangan dihambur-hamburkan buat beli camilan mahal”
*+Dan emak mulai berfilsafat panjang lebar mengenai derita hidup.

“Ya elah bu..sekalian aja ambil kerikil terus ditaburi gula. Diemut-emut sampe berapa tahun juga lebih awet ketimbang gabin”
“Gabinnya awet itu ya karena gak ada yang makan”

“Nak, selain awet, bungkus gabinnya bisa didaur ulang menjadi tas belanja yang bagus. Bisa dikreasikan dan dijual”, kemudian emak menyodorkan hasil kreasinya.

image

*Inilah hasil pemaksaan makan gabin selama beberapa bulan di rumah.
*bungkusnya didaur ulang jadi tas
*gagal merayu emak ganti camilan baru

Entah ini demi menghemat ekonomi atau ambisi emak mendaur ulang bungkus gabin supaya menjadi tas.

Amsyong,
aku menjerit dalam hati, “Betah o makan gabin, naaakkkkk!”
“Kotak..kotak dah kepalamu kayak spongebob…”

Entah kalau bapakku. Kok beliau betah-betah saja beberapa bulan makan gabin. Mungkin juga menjerit dalam hati, cuman tak punya kuasa. Karena siapa lagi penguasa rumah selain emak, wkwkwkwk.

Advertisements
 
8 Comments

Posted by on 23/05/2016 in Terapi

 

8 responses to “Gabin

  1. Suci Su

    24/05/2016 at 20:59

    Semangatlah makan gabin. Lumayan jadi dapat tas.. hehe.

     
    • nyoemhokgie

      26/05/2016 at 06:01

      Hahaha…iya dapat tas tapi tasnya emak2…untung emakku tidak berencana bikin tas carier dari bungkus gabin…bisa bertahun-tahun aku makan biskuit itu…T.T…btw salam kenal ya

       
      • Suci Su

        26/05/2016 at 06:26

        Salam kenal juga 🙂
        Selamat menikmati gabinnya.. 🙂

         
      • nyoemhokgie

        26/05/2016 at 08:39

        Terima Kasih…😂

         
      • nyoemhokgie

        26/05/2016 at 18:44

        Emaaakkk…T.T….

         
  2. dinimudrika

    07/06/2016 at 20:30

    Mamahku pun susah move on dari gabin. 😁

     
    • nyoemhokgie

      07/06/2016 at 20:57

      Wah kita punya mamah yang memiliki kesamaan…*toss
      Hehehehe…
      Btw salam kenal…:)

       
      • dinimudrika

        09/06/2016 at 06:39

        Salam kenal jg bli.

         

Comment Please

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: