RSS

Puan Dambaan

12 May

Aku ingin bercerita
Tentang jingga yang berkelana
Tentang sore bernama senja
Menyapu landasan Bandara Juanda

Kau pergi melanjutkan jalan cerita
Menenteng ransel penuh nestapa
Kita berpisah berpeluh airmata
Ku kan selalu menunggumu di Girilaya

Ah kau Puan dambaan!
Mengapa mesti ada perpisahan?
Apakah Surabaya tak terlalu berkesan?
Lihatlah sudah mulai banyak taman…

Berasik-masyuk di Bungkul
Berpangku di remang Sirkuit Kenjeran mirip Sentul
Atau sekedar makan rujak cingur

Ah kau Puan dambaan!
Aku sudah merindukan senyum gigimu yang bergingsul
Ketika lidah kita pernah bertaut dan bersiul

Jagalah hati Puan di Ibukota
Disana penuh duka cita apalagi tak ada cinta
Jangan sampai tiada kabar tiada berita

Pagi tak terperih
Nanti kau kususul lewat Bungurasih
Tak tahan jika kita tersisih

Aiiihhhh kau Puan dambaan!

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 12/05/2016 in Terapi

 

Comment Please

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: