RSS

Sanga Brata Penyepian ?

21 Mar

Nyepi berasal dari kata sepi yang artinya sunyi, senyap, lenggang, tidak ada kegiatan. Kemudian Hari Raya Nyepi adalah Tahun Baru Hindu berdasarkan penanggalan/kalender Saka, yang dimulai sejak tahun 78 Masehi. Tidak seperti perayaan tahun baru Masehi (tiap 1 januari), Tahun Baru Saka di Bali dimulai dengan menyepi dan melaksanakan Catur Brata Penyepian. Tidak ada aktivitas seperti biasa. Semua kegiatan ditiadakan, termasuk pelayanan umum, seperti Bandara Internasional Ngurah Rai pun tutup, namun tidak untuk rumah sakit.

SEJARAHNYA

Kita semua tahu bahwa agama Hindu berasal dari India dengan kitab sucinya Weda. Di awal abad masehi bahkan sebelumnya, Negeri India dan wilayah sekitarnya digambarkan selalu mengalami krisis dan konflik sosial berkepanjangan.

Pertikaian antar suku-suku bangsa, al. (Suku Saka, Pahiava, Yueh Chi, Yavana dan Malaya) menang dan kalah silih berganti. Gelombang perebutan kekuasaan antar suku menyebabkan terombang-ambingnya kehidupan beragama itu. Pola pembinaan kehidupan beragama menjadi beragam, baik karena kepengikutan umat terhadap kelompok-kelompok suku bangsa, maupun karena adanya penafsiran yang saling berbeda terhadap ajaran yang diyakini.

Dan pertikaian yang panjang pada akhirnya suku Saka menjadi pemenang dibawah pimpinan Raja Kaniskha I yang dinobatkan menjadi Raja dan turunan Saka tanggal 1 (satu hari sesudah tilem) bulan 1 (caitramasa) tahun 01 Saka, pada bulan Maret tahun 78 masehi.

Dari sini dapat diketahui bahwa peringatan pergantian tarikh saka adalah hari keberhasilan kepemimpinan Raja Kaniskha I menyatukan bangsa yang tadinya bertikai dengan paham keagamaan yang saling berbeda.

Sejak tahun 78 Masehi itulah ditetapkan adanya tarikh atau perhitungan tahun Saka, yang satu tahunnya juga sama-sama memiliki 12 bulan dan bulan pertamanya disebut Caitramasa, bersamaan dengan bulan Maret tarikh Masehi dan Sasih Kesanga dalam tarikh Jawa dan Bali di Indonesia. Sejak itu pula kehidupan bernegara, bermasyarakat dan beragama di India ditata ulang.

Oleh karena itu peringatan Tahun Baru Saka bermakna sebagai hari kebangkitan, hari pembaharuan, hari kebersamaan (persatuan dan kesatuan), hari toleransi, hari kedamaian sekaligus hari kerukunan nasional. Keberhasilan ini disebar-luaskan keseluruh daratan India dan Asia lainnya bahkan sampai ke Indonesia.

Kehadiran Sang Pendeta Saka bergelar Aji Saka tiba di Jawa di Desa Waru Rembang Jawa Tengah tahun 456 Masehi, dimana pengaruh Hindu di Nusantara saat itu telah berumur 4,5 abad.

Dinyatakan Sang Aji Saka disamping telah berhasil mensosialisasikan peringatan pergantian tahun saka ini, juga dan peristiwa yang dialami dua orang punakawan! pengiring atau caraka beliau diriwayatkan lahirnya aksara Jawa onocoroko doto sowolo mogobongo padojoyonyo. Karena Aji Saka diiringi dua orang punakawan yang sama-sama setia, samasama sakti, sama-sama teguh dan sama-sama mati dalam mempertahankan kebenaran demi pengabdiannya kepada Sang Pandita Aji Saka.

(sumber: balipedia.id)

Catur Brata Penyepian
Nah sekarang mari kita bahas mengenai Catur Brata Penyepian saja,
Banyak teman-teman saya yang bukan beragama Hindu bertanya itu ngapain saja sih selama seharian? Masak bengong sambil ngelamun?
Sebagai rasa tanggung jawab karena di KTP ada kolom agama dan disitu ditulis agama saya adalah Hindu, saya coba jelaskan meskipun saya mah apa atuhh, cuman parutan kelapa diatas kue putu. Heuheuheu
Karena namanya catur ya berarti ada empat, kalau banyak namanya “sewidak ewu ewu eket”. Berdasarkan rumusan Parisada Hindu Dharma Indonesia, keempat poin tersebut adalah :
1. Amati geni (tidak menyalakan api termasuk memasak). Itu berarti melakukan upawasa (puasa).
2. Amati karya (tidak bekerja), menyepikan indria.
3. Amati lelungan (tidak bepergian).
4. Amati lelanguan (tidak mencari hiburan).

Menurut saya keempat poin ini perlu ditambah lagi untuk mengakomodir perkembangan jaman khususnya bagi anak muda gahulll jaman sekarang, salah satu usulan yang diajukan oleh teman saya Windhu, seharusnya dalam perayaan Nyepi juga ada Amati mantan yaitu tidak memikirkan mantan. Usul yang brilian dan out of the box bahkan bisa dibilang out of order, ehh, namun menurut saya kalau cuman Amati Mantan masihlah kurang. Setidaknya ada 5 tambahan poin selain 4 poin yang sudah disebut diatas, jadi totalnya ada 9, “Sanga Brata Penyepian” karena jaman begitu cepat bergulir ibarat kumbang kotoran yang mengumpulkan tokai sapi, menggelinding semakin besar. (Ibarat yang aneh..–“).
Lima poin tambahan itu antara lain :
5. Amati Mantan (tidak memikirkan mantan)
6. Amati Pacar (tidak memikirkan pacar)
7. Amati Gebetan (tidak memikirkan gebetan)
8. Amati Path-pathan (tidak membuka social media)
9. Amati Utang-utangan (tidak memikirkan hutang-piutang)

Penjelasannya kira-kira sebagai berikut :
5. Amati Mantan, yaitu tidak memikirkan mantan. Ini sangatlah penting dilakukan saat perayaan Nyepi. Khususnya bagi orang-orang yang tidak bisa move on semacam Windhu (saya memahami perasaannya, *sambil tepuk-tepuk pantatnya, eh salah, tepuk pundaknya). Akan sangat berbahaya sekali misalnya ketika Nyepi berlangsung, Windhu, tiba-tiba teringat kepada mantannya yang dahulu. Niscaya puasanya akan menjadi batal karena dia meminum air matanya sendiri ketika mengingat mantan. Selain puasa yang menjadi batal, konsentrasi untuk menyepi pun juga ikut buyar. Padahal menyepi juga digunakan sebagai sarana untuk introspeksi diri yang diharapkan nanti di tahun baru bisa move on ke arah yang lebih positif. Jadi Amati Mantan hukumnya Wajiiibbb, kawan-kawan!!!

6. Amati Pacar, yaitu tidak memikirkan pacar. Bagi yang sudah punya pacar juga wajib melakukan Amati Pacar agar konsentrasi mereka melakukan penyepian tidak buyar seketika. Coba bayangkan ketika kita fokus sembahyang atau membaca kitab suci di saat Catur Brata Penyepian lalu tiba-tiba dapat sms yang mesra “sayang-sayangan” apalagi membayangkan ingin berduaan. Wah bisa batal itu. Dan mbok ya sehari saja kalian yang sudah punya pacar setidaknya menghormati para kaum jomblo, karena cuman di saat Nyepi ini saja mereka para jomblo ini bisa bergembira merasakan persamaan hak dan persamaan perasaan agar kalian turut merasakan menjadi jomblo sementara dalam sehari karena tidak bisa bertemu pasangan.

7. Amati Gebetan, yaitu tidak memikirkan gebetan. Ini juga penting agar nilai sakral dari prosesi Nyepi itu sendiri tidak berkurang. Saya memahami usaha para kaum jomblo yang mengejar gebetan salah satunya adalah memanfaatkan hari raya Nyepi sebagai momentum dengan berpura-pura mengucapkan selamat hari raya Nyepi yang kemudian ujung-ujungnya nanya “sudah makan belum?”. “Ya belumlah moncong bemoooo!!! Kan puasaaa!!!”. Modus seperti ini memang sudah lumrah, namun hal ini menjadikan makna perayaan Nyepi berkurang menjadi hanya ajang modus semata. Hwehehehe. Jadi bagi calon korban yang akan dimodusin harap selalu waspada. Tindak ke”modus”an tidak hanya terjadi karena niat pelakunya, tapi juga karena ada kesempatan. Waspadalah! Waspadalah!

8. Amati Socmed, yaitu tidak membuka social media. Ini juga termasuk tidak telpon-telponan, sms, update status sampai stalking mantan. Haraaamm hukumnya. Masak ya pas Nyepi misalnya kita ngetwit, “lagi puasa ne3h, abis nich mebakti, puciinggg Pal4 BaRb13!!!” Wah bisa rusak perserikatan star wars. Berdasarkan pengalaman pribadi, setelah Ngembak Geni begitu aku cek socmed, ebusyett!!! banyak yang tak tahan godaan socmed barang sehari saja. Ada yang update status, ada yang upload foto sepi nya jalan, malah ada yang iseng sengaja bbm temannya untuk menguji ke”syariat”annya apakah teman mereka ini benar-benar mematikan handphonenya atau tidak.

9. Amati utang-utangan, yaitu tidak memikirkan hutang-piutang barang sehari saja. Kalau punya hutang, sudahlah jangan kau pikirkan terlalu dalam karena percuma saja, rentenir sudah mencatatnya di dalam pembukuan lengkap dengan bunganya, jadi kau pikirkan sampai Liverpool juara pun hutangmu tidak akan lunas kalau tidak dibayar. Nah sebaliknya, kalau ada temanmu yang memiliki hutang, sudahlah, barang sehari jangan kau ungkit-ungkit dulu. Mungkin saja uangnya masih dipakai buat bayar cicilan iphone, toh ya memiliki iphone adalah sebuah kebutuhan primer yang harus dipenuhi di jaman sekarang selain sandang, pangan dan papan.

Demikian usulan ngawur saya.
Salam dari saya remahan rengginang diatas nasi pecel ini.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 21/03/2015 in Religi

 

Comment Please

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: